BORNEONEWS, Sampit - Pembukaan Pertemuan Orang Muda Katolik atau OMK se-Dekenat Kotawaringin Timur pada Jumat malam, 27 Juni 2025 diwarnai suasana haru dan syukur.
Acara yang berlangsung di Gereja Katolik Paroki St Joan Don Bosco, Sampit ini diresmikan dengan ditandai pemukulan gong oleh Pastor Jimmy, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Palangka Raya, sebagai simbol resmi dimulainya kegiatan rohani ini.
Pastor Deken Dekenat Kotim, Pastor Krist, O.Carm, dalam sambutannya menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya atas semangat para peserta.
“Saya sangat terharu karena anak-anak muda yang bisa hadir di sini bekerja keras mengumpulkan dana agar bisa sampai di tempat ini. Sungguh luar biasa perjuangan kalian semua,” ujarnya penuh emosi.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari para donatur yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.
Dukungan moril dan spiritual turut mengalir dari Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr Aloysius M Sutrisnaatmaka, MSC.
Dalam pesannya, Uskup mendorong para peserta untuk memaknai kegiatan ini sebagai sarana memperkuat iman dan membangun persaudaraan lintas paroki.
"OMK selamat mempersiapkan diri untuk mengikuti Temu OMK Dekenat Kotawaringin Timur di Paroki Santo Don Bosco Sampit," kata orang nomor satu di Keuskupan Palangka Raya ini. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan orang muda Katolik dari berbagai penjuru dekenat.
Paroki Santo Yohanes Don Bosco Sampit mengirim peserta terbanyak, yakni 283 orang, disusul Paroki Hati Kudus Yesus Rantau Pulut sebanyak 47 orang, Paroki Maria Bunda Karmel Kasongan 45 orang, Paroki Santo Yosef Freinademetz Telok 43 orang, Paroki Santo Fransiskus Asisi Parenggean 31 orang, dan Paroki St Yustinus Maria Russolillo Riam Batang sebanyak 16 orang.
Kehadiran mereka menjadi bukti semangat dan pengorbanan dalam menjawab panggilan untuk membangun komunitas iman yang hidup.
Tak sedikit di antara mereka yang harus melewati perjalanan jauh dan medan sulit, namun tetap datang dengan penuh sukacita dan kesiapan untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mengikuti berbagai sesi yang dirancang untuk membentuk karakter kepemudaan yang tangguh, memperdalam iman Katolik, dan mempererat jejaring antarumat muda.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun generasi muda Gereja yang siap menggembalakan sesamanya dengan kasih dan pelayanan.(TESTI PRISCILLA/R)









