BORNEONEWS, Sampit – Semarak Tahun Baru Islam 1447 Hijriah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dimeriahkan dengan pelaksanaan Gema Muharram 2025 yang dimeriahkan 433 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Ketua Pelaksana Kegiatan Kurniawan Wibowo mengatakan, Gema Muharram kali ini bertujuan menggali bakat Islami, serta mendidik generasi muda menjadi pribadi berakhlak mulia dan berperilaku sopan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk karakter Islami dan menggali potensi anak-anak sejak dini, baik dalam dakwah, seni suara adzan, maupun ekspresi kreatif melalui mewarnai,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Kurniawan Wibowo, Sabtu, 28 Juni 2024.
Kegiatan tersebut digelar selama dua hari, mulai 28 hingga 29 Juni 2025, di Komplek Masjid Agung Wahyu Al Hadi dan Islamic Center Sampit.
Adapun tiga cabang lomba yang dilombakan dalam kegiatan Gema Muharram 1447 H ini adalah ceramah agama Islam, adzan, dan mewarnai gambar. Jumlah peserta yang mendaftar terbagi sebagai berikut lomba ceramah agama Islam diikuti pelajar SD 36 peserta, SMP 15 peserta, dan SMA 17 peserta.
--page
Kemudian cabang lomba adzan diikuti pelajar SD 97 peserta, SMP 29 peserta, dan SMA 14 peserta. Terakhir cabang lomba mewarnai gambar diikuti pelajar TK A 61 peserta, TK B 58 peserta, dan SD Kelas 1–3 sebanyak 106 peserta.
"Total keseluruhan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mencapai 433 orang," ujarnya.
Gema Muharram tersebut dilaksanakan atas dukungan dari Pemkab Kotim, melalui hibah yang disalurkan kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kotim. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan nilai-nilai keislaman di kalangan generasi muda daerah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Jika masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Bowo.
Gema Muharram juga menjadi momentum penting untuk memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, sekaligus sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Kotim. Semangat para peserta dalam mengikuti lomba-lomba Islami ini mencerminkan antusiasme dan potensi besar generasi muda dalam mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai agama. (DEWI PATMALASARI/Y)









