SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Di tengah deru mesin dan semangat persaingan ketat Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motoprix Region C Kalimantan Seri II yang digelar di Palangka Raya, 21–22 Juni 2025, dua sosok pembalap cilik asal Sampit mencuri perhatian publik. Mereka adalah Muhammad Aisyar Al Rafa (12) dan Muhammad Aisyar El Fatih (10), kakak beradik yang tergabung dalam Tim Rifki 17 Group Racing.

Berlaga di antara deretan pebalap muda terbaik se-Kalimantan, Al Rafa berhasil meraih podium ketiga pada race pertama kelas MP4 Bebek 150 cc Beginner. Meski pada race kedua ia mengalami insiden terjatuh di dua lap terakhir saat berada di posisi kedua, performanya tetap mendapat apresiasi dari tim maupun penonton.

“Al Rafa sudah kami latih sejak usia delapan tahun melalui ajang Minigp. Tahun ini adalah musim debutnya di kelas Motoprix Beginner. Hasil di Palangka Raya adalah catatan penting bagi kami. Ini memang tahun pembelajaran,” ujar Hilman Jaya, manajer tim, Sabtu 28 Juni 2025.

Di balik prestasi tersebut, ada perjalanan panjang pembinaan yang dilakukan secara intensif oleh tim Rifki 17 Group Racing. Sang pelatih, Sony Hermawan, mengungkapkan bahwa latihan dilakukan secara bertahap dengan sistem terprogram dan pengawasan langsung dari Pengcab IMI Kotim.

“Latihan keduanya berlangsung rutin, dengan fokus tidak hanya pada teknik balap, tapi juga pada fisik, mental, dan kedisiplinan,” ujar Sony.

--page

Sementara itu, sang adik El Fatih, yang masih aktif di kelas Minigp Pro, mulai dipersiapkan untuk ikut turun di kelas Motoprix Beginner, mendampingi kakaknya dalam waktu dekat.

Ayah sekaligus pemilik tim, Muhammad Rifki, tak menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian putra-putranya. Menurutnya, kedua anak ini memiliki potensi besar untuk menjadi pembalap profesional jika dibina secara konsisten.

“Saya ingin Al Rafa dan El Fatih bisa tampil maksimal dan menjadi kebanggaan Kalimantan Tengah, baik di level daerah maupun nasional. Mereka masih muda, masih banyak yang harus dipelajari, tapi saya yakin dengan kerja keras mereka bisa melangkah jauh,” kata Rifki, yang juga menjabat sebagai Ketua HIPMI Kotim.

Rifki 17 Group Racing bukan tim biasa. Di balik kesuksesan tim ini berdiri orang-orang berpengalaman seperti pelatih Sony Hermawan, manajer Hilman Jaya, serta tuner andalan Andreas, yang memastikan motor balap berada dalam kondisi optimal.

Kini, fokus tim adalah membekali kedua pembalap cilik ini dengan pengalaman bertanding sebanyak mungkin dan memperkuat mental juara di setiap lintasan. Dukungan penuh dari orang tua dan pelatih menjadi kekuatan utama di balik keberhasilan mereka.

Perjalanan Al Rafa dan El Fatih baru dimulai, namun jejak awal mereka di Kejurnas Motoprix 2025 telah membuka mata banyak pihak bahwa masa depan balap Kalimantan Tengah bisa sangat cerah asal diberi dukungan, pembinaan, dan kesempatan yang tepat. (DEWI PATMALASARI/Y)