PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 158 mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU melaksanakan kegiatan Praktek Pengenalan Ekosistem Hutan atau P2EH dan pengabdian kepada masyarakat di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus atau KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari, mulai 23 Juni hingga 2 Juli 2025 ini, menjadi ajang pembelajaran lapangan sekaligus kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Kehutanan USU, antara lain Wakil Dekan I Dr. Alfan Gunawan Ahmad, Wakil Dekan III Prof. Dr. Agus Purwoko, Kaprodi S1 Kehutanan Dr. Ir. Tito Sucipto, Kaprodi S2 Kehutanan Dr. Samsuri, Ketua P2EH Deanova Prestiana Br Pelawi, serta Ketua Pengabdian Masyarakat Dr. Nelly Anna. Sebanyak 30 dosen lainnya juga turut mendampingi mahasiswa dalam kegiatan ini, memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan aksi penanaman pohon multiguna sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Menurut Prof. Dr. Agus Purwoko, tema yang diangkat adalah “Penanaman Pohon Multiguna sebagai Salah Satu Alternatif Sumber Pangan dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan.” Ia menjelaskan bahwa pohon multiguna dipilih karena memiliki manfaat ekologis dan ekonomis, menghasilkan komoditas kayu dan nonkayu tanpa harus menebang pohon.

Penanaman pohon ini tidak hanya bertujuan memperkaya keanekaragaman hayati, tetapi juga memberikan alternatif sumber pangan dan pendapatan bagi masyarakat sekitar. Komoditas nonkayu seperti buah, daun, atau getah dari pohon-pohon tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, sejalan dengan prinsip kehutanan lestari yang diusung oleh Fakultas Kehutanan USU.

Perwakilan dari KHDTK Hutan Diklat Pondok Buluh, Juto Hasudungan Malau, S.Hut., M.Sc., menyambut baik kegiatan ini.

"Aksi tanam pohon ini merupakan bentuk nyata dari kerja sama yang telah terjalin antara KHDTK dan Fakultas Kehutanan USU, sekaligus menjadi implementasi pembelajaran lapangan yang berdampak langsung bagi kawasan hutan dan masyarakat sekitar," kata Juto dalam rilis kepada Borneonews pada Sabtu, 28 Juni 2025.

--page

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan ekosistem hutan, tetapi juga belajar tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Fakultas Kehutanan USU berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen terhadap pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. (TESTI PRISCILLA/Y)