BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lapangan Termili, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dipenuhi ribuan santri. Mereka berkumpul usai mengikuti kirab santri dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional (PHSN) 2016. Minggu (23/10/2016).
Ketua Panitia PHSN, Ustad Habib Muhammad Sulaiman Basyaiban menuturkan, tak kurang dari 50 lembaga keislaman di Kobar mengikuti Kirab Santri. Setiap lembaga rata-rata mengirim 50 santri.
"Total pesertanya sekitar 2.500 santri. Ini merupakan peringatan PHSN yang pertama di Kobar, namun antusiasnya sangat luar biasa," ujarnya.
Kirab Santri ini dinilai oleh tim juri. Penilaiaan didasarkan pada kekompakan hingga tema kirab yang mereka usung. Bagi kelompok yang bagus berdasarkan penilaian, bakal diberi piala serta uang pembinaan.
Selain untuk memperingati Hari Santri Nasional 2016, Kirab Santri diselenggarakan untuk menjalin tali silaturahmi antar santri yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Marunting Batu Aji.
Peringatanya, terang Dia, jatuh pada Sabtu (22/10/2016), bertepatan dengan Resolusi Jihad KH Hasyim Asy'ari di bulan dan tanggal sama di tahun 1945. PHSN sudah ditetapkan sejak tahun lalu, melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015.
Pada PHSN tahun ini, Basyaiban juga kembali menyerukan beberapa poin resolusi jihad yang dinilai sesuai dengan kondisi sekarang. Diantaranya, jihad melawan narkoba, kebodohan, dan kemiskinan.
"Ada empat juta orang lebih yang memakai narkoba. Narkoba itu bisa merusak bangsa dan generasi muda. Maka saat ini, negara dalam kondisi darurat narkoba," ungkapnya.
Ia juga mengajak para santri, ulama, pemuka agama, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan antarumat beragama demi terciptanya kemaslahatan bersama.
Di tempat sama, Bupati Kobar Bambang Purwanto mengungkapkan, hari santri merupakan kebijakan yang penting dan strategis dalam pembangunan pendidikan masyarakat serta syiar Islam. Pendidikan pesantren merupakan sistem pendidikan asli Indonesia.
"Oleh kerena itu, hari santri harus dijadikan momentum bagi para santri untuk meningkatkan kiprahnya dalam proses pembangunan," tegasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/m)








