BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Seorang pemuda di Kuala Kapuas bernama Jeremy diduga melakukan penistaan agama melalui unggahan di media sosial.
Berawal dari saling ejek hingga menyentuh perihal yang mengandung unsur penghinaan terhadap salah satu agama.
"Awalnya saling ejek di medsos, hingga mengarah pada chat yang menghina masalah agama. Tentu saja banyak yang tidak terima," ungkap salah satu warga Kuala Kapuas, Minggu, 29 Juni 2025.
Perbuatannya tersebut menuai kontra dan rasa geram banyak pihak. Beberapa pihak yang tidak terima, berusaha mencari keberadaannya.
Setelah menuai kecaman, akhirnya dirinya menghapus unggahan-unggahan bermuatan SARA tersebut. Selain itu, ia juga telah memberikan klarifikasi permintaan maaf melalui sebuah video yang tersebar luas pada 27 Juni 2025 lalu.
"Saya minta maaf atas kekacauan yang terjadi dan saya telah meminta maaf karena telah menghina Agama. Saya juga sangat menyesali atas perbuatan ini," ucap Jeremy dalam video berdurasi satu menit.
Saat dilakukan penelusuran postingan media sosial yang dimaksud, sudah tidak ditemukan lagi. Kemungkinan postingan yang memuat unggahan tersebut telah ditarik.
Masyarakat Kuala Kapuas sangat menyayangkan penistaan agama tersebut. Hal ini dinilai mencederai toleransi umat beragama yang sudah terjalin baik di Kuala Kapuas. (SABRIANOOR/H)









