BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Debora Holdae Veronica Lesa, menggelar prosesi pernikahan dengan mengangkat adat Dayak Ngaju sebagai tema utama.
Prosesi yang berlangsung khidmat dan meriah ini tidak hanya menjadi momen sakral bagi kedua mempelai, namun juga menjadi bentuk nyata pelestarian budaya leluhur.
Debora tampil anggun dalam balutan riasan pakem Dayak Ngaju yang kaya akan makna dan simbol. Riasan adat tersebut dikerjakan oleh wedding designer ternama asal Kalimantan Tengah, Yoan Taway, yang dikenal konsisten mengangkat kekayaan budaya Dayak dalam setiap karyanya.
"Ini adalah bentuk kecintaan saya terhadap warisan budaya Dayak. Saya ingin pernikahan ini bukan hanya tentang dua individu yang bersatu, tapi juga sebagai ajang untuk memperkenalkan dan melestarikan tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun," ujar Debora, Minggu 29 Juni 2025.
Pernikahan ini turut dihadiri tokoh masyarakat, kerabat, serta rekan-rekan sejawat Debora di lingkungan DPRD Palangka Raya, dan pejabat pemerintahan lainnya. Tampak suasana penuh nuansa adat Dayak mendominasi mulai dari dekorasi, busana, hingga prosesi upacara adat yang diselenggarakan secara sakral.
Wedding designer Yoan Taway mengungkapkan bahwa riasan pakem Dayak Ngaju yang digunakan merupakan hasil riset mendalam terhadap nilai-nilai tradisional, sekaligus penyesuaian agar tetap relevan dalam konteks modern.
"Riasan ini bukan sekadar estetika, tapi juga menyimpan filosofi tentang kekuatan, keberanian, dan kesetiaan. Kita harus bangga dan terus menjaga identitas ini," ungkap Yoan.
Momen ini menjadi inspirasi dan pengingat pentingnya menjaga jati diri budaya lokal, khususnya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Pernikahan adat Debora Lesa menjadi bukti bahwa budaya Dayak tidak hanya hidup, namun juga berkembang di tengah masyarakat Kalimantan Tengah masa kini. (MARINI/H)









