BORNEONEWS, Palangka Raya - Dipandu oleh Nabila Lubis SP pada aspek ekonomi dan sosial, kegiatan pengabdian di Desa Habeahan oleh para dosen di Universitas Sumatera Utara tahun ini difokuskan pada pemberdayaan kelompok perempuan melalui pelatihan bagi kelompok ibu-ibu yang difasilitasi di rumah Simanulang, tokoh masyarakat di desa tersebut.
Kegiatan berupa pelatihan pengolahan produk, khususnya singkong, yang merupakan komoditas unggulan lokal dengan ketersediaan melimpah.
Para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis dalam mengolah singkong menjadi produk bernilai tambah seperti keripik, tepung, atau makanan ringan, tetapi juga mendapatkan materi penting dari seorang youtuber, Dimas Anggara, tentang strategi promosi melalui media sosial, agar produk yang dihasilkan bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya jual.
"Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi lokal Desa Habeahan, agar masyarakat, khususnya perempuan, lebih berdaya secara ekonomi dan mampu mengelola sumber daya disekitarnya menjadi peluang usaha yang berkelanjutan," kata Prof Rahmawaty salah seorang dosen dalam rilisnya pada Minggu, 29 Juni 2025.
Pada kesempatan FGD, Kepala Desa Habeahan, Rusman Sihombing menyampaikan bahwa di musim hujan desa rawan banjir, dan di musim kemarau sangat rawan kebakaran, yang terbukti dari kejadian kebakaran besar di kawasan Sibuni-buni.
"Maka, desa membutuhkan relawan kebencanaan yang terhubung langsung dengan BPBD serta fasilitas seperti APAR dan akses pemadam mini," kata Rusman.
Sementara itu Abdul Harris Sihombing selaku Ketua Koperasi Merah Putih mengusulkan pendampingan akademisi untuk pembangunan embung sebagai sumber air sekaligus potensi wisata alternatif di sekitar Danau Toba. Ia juga menekankan pentingnya penanaman pohon jabi-jabi yang tahan kebakaran, menahan longsor, menghasilkan oksigen, dan menjadi pakan alami satwa seperti musang dan kalong.
Tidak hanya itu, ketua Koperasi Merah Putih juga mengusulkan pembuatan green house plasma biji hortikultura sebagai bentuk dukungan terhadap program pangan nasional. Dengan dukungan akademisi, diharapkan Desa Habeahan mampu menjadi sentra sayur-mayur dan menyuplai kebutuhan hingga ke tingkat kecamatan.
Menyambut keinginan masyarakat desa terkait penguatan kelembagaan ekonomi dan pengembangan potensi agrowisata desa Habeahan, tim abdimas kali ini juga menghadirkan seorang pakar agrowisata, Dr Helena Tatcher Pakpahan. Helena menyampaikan materi tentang Pengembangan Kelembagaan Pengelola Agrowisata yang direspon oleh para pengurus koperasi dan Bumdes dengan antusias.
Seluruh rangkaian kegiatan tahun kedua ini dirancang untuk menjadikan Desa Habeahan sebagai desa percontohan penanganan bencana berbasis masyarakat dan penguatan ekonomi berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, akademisi, dan sektor swasta, harapan ke depan adalah terwujudnya desa yang kuat secara sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Prof Abdul Rauf serta ada dua koordinator yang masing-masing membawahi anggotanya yakni Koordinator Dr T Irmansyah yang beranggotakan Nur Ulina Warnisyah Br Sebayang, Dr Bejo Slamet, serta Prof Rahmawaty. Sementara Koordinator Ir Yusak Maryunianta beranggotakan Rulianda Purnomo Wibowo, dan Helova Leonard Panjaitan. (TESTI PRISCILLA/j)









