BORNEONEWS, Palangka Raya - Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU kembali menggelar Praktik Pengenalan Ekosistem Hutan atau P2EH di KHDTK Pondok Buluh, Kabupaten Simalungun, pada 23 Juni hingga 2 Juli 2025. Mahasiswa angkatan 2023 mengikuti praktik ini sebagai bagian dari kurikulum wajib yang mengedepankan pembelajaran langsung di alam dengan peserta 158 orang.
Selama sepuluh hari, mahasiswa akan menyelami kompleksitas ekosistem hutan tropis. Mereka mengidentifikasi jenis vegetasi, mengamati satwa liar, serta mengeksplorasi potensi hasil hutan bukan kayu. Praktik ini menjadi pengalaman transformatif yang mempertemukan teori dengan realitas ekologis di lapangan.
Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh para dosen Fakultas Kehutanan USU. Program tersebut mencakup penanaman pohon multiguna atau MPTS, edukasi agroforestri, dan pelatihan perbanyakan bibit melalui cabutan alam—semuanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan konservasi spesies endemik.
Kepala Seksi KHDTK Pondok Buluh, Juto Kasudungan Malau, menyambut baik kolaborasi ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi USU dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif.
"Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penanaman dan edukasi menjadikan P2EH lebih dari sekadar praktik akademik. Ini adalah ruang pembentukan karakter ekologis, tempat mahasiswa belajar menjadi bagian dari solusi atas tantangan lingkungan yang kompleks," tuturnya.
Dengan menjadikan hutan sebagai ruang belajar dan masyarakat sebagai mitra, Fakultas Kehutanan USU menegaskan perannya sebagai agen perubahan yang menjembatani ilmu pengetahuan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.
"Praktik ini merupakan bagian dari mata kuliah wajib yang menekankan pentingnya pemahaman langsung terhadap ekosistem hutan tropis," kata salah seorang dosen, Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Minggu, 29 Juni 2025.
Hadir pula Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2, Kaprodi Kehutanan, Para Kepala Laboratorium dan beberapa Dosen Senior dan Junior Universitas Sumatera Utara. (TESTI PRISCILLA/j)









