BORNEONEWS, Palangka Raya - Di ruang kerja Ketua DPRD Kota Palangka Raya, percakapan hangat antara generasi muda dan pemangku kebijakan menggema penuh harapan. Audiensi antara pengurus baru Pemuda Katolik Komisariat Cabang Palangka Raya dan jajaran DPRD menjadi jembatan awal untuk merancang kolaborasi yang lebih inklusif dalam pembangunan kota.
Dipimpin oleh Ketua terpilih, Lintalia, para pengurus muda datang tidak hanya membawa semangat regenerasi, tetapi juga komitmen untuk terlibat aktif dalam kemajuan Palangka Raya. Dalam sambutannya, Lintalia menyampaikan penghargaan atas ruang dialog yang diberikan serta memperkenalkan pengurus baru yang akan segera dilantik.
“Kami percaya bahwa kemajuan daerah harus dipikul bersama, termasuk oleh generasi muda,” ucap Lintalia dalam rilisnya kepada Borneonews pada Minggu, 29 Juni 2025.
Ia menegaskan pentingnya membangun sinergi dengan lembaga legislatif, terutama dalam memperluas ruang partisipasi bagi pemuda lintas latar belakang.
Gayung bersambut, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, H Subandi, menerima kedatangan mereka dengan tangan terbuka. Ia menyatakan kesiapannya mendukung langkah-langkah Pemuda Katolik, khususnya dalam upaya membumikan nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan di tengah masyarakat.
“Saya sangat mendukung keterlibatan pemuda, terlebih dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan. Kota ini milik semua, dan harus dibangun bersama,” ujar Subandi dengan penuh keyakinan.
Tak sekadar simbolik, ia bahkan berkomitmen untuk hadir dalam prosesi pelantikan pengurus baru serta bersedia menjadi narasumber pada Seminar Kebangsaan yang akan digelar dalam rangkaian acara tersebut.
Sekretaris DPRD turut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif audiensi ini. Ia menilai Pemuda Katolik memiliki potensi besar menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan nilai demokrasi dan semangat toleransi kepada generasi muda.
Pertemuan itu pun ditutup dengan semangat kolaboratif yang kental. Kedua pihak berharap komunikasi yang terbangun dapat terus dijaga demi mewujudkan Palangka Raya yang inklusif, adil, dan harmonis dalam kebhinekaan. (TESTI PRISCILLA/j)









