BORNEONEWS, Sukamara – Akibat cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Sukamara saat ini sebagian nelayan pesisir di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai enggan pergi menangkap ikan karena keadaan laut yang saat ini kurang bersahabat.
Hadi, salah seorang warga Desa Sungai Damar Kecamatan Jelai Kabupaten Sukamara mengatakan, memang gelombang di laut sedang tinggi bahkan bisa mencapai tiga meter. Nelayan menghentikan aktivitas menangkap ikan ketimbang harus menghadapi resiko besar.
“Dari pada kapal tenggelam akibat diterjang ombak lebih baik melautnya dihentikan sementara dulu hingga keadaan laut kembali membaik” kata Hadi, Minggu (23/10).
Cuaca buruk di perairan daerah itu ditandai dengan angin kencang disertai tingginya gelombang sehingga dapat membahayakan keselamatan jiwa,. Sebagain nelayan di Desa Sei Damar lebih banyak beralih profesi sementara sembari menunggu keadaan cuaca kembali mendukung.
Lanjutnya, dengan keadaan laut seperti ini sebagian nelayan lebih banyak memilih menghabiskan waktu dengan mencari pekerjaan lain seperti berkebun. Mengingat perkebunan di wilayah pesisir cukup baik dan berkebun merupakan pekerjaan sampingan yang banyak dilakukan oleh para nelayan.
“Selain itu ada juga yang memanfaatkan untuk memperbaiki kapal, sehingga jika cuaca sudah membaik kapal siap digunakan untuk mengkap ikan” tuturn pria berusia 40 tahun ini.
“Jika semua sudah diperiksa dan diperbaiki saat kita berangkat melaut itu akan terasa lebih tenang karena kapal kita dalam keadaan yang baik-baik saja” ujar Hadi. (MG-13/*)








