BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Temu Teman Misdinar yang diselenggarakan oleh Keuskupan Palangka Raya secara resmi ditutup pada Minggu, 29 Juni 2025.
Acara yang berlangsung sejak 27 Juni ini mengusung tema Satu Altar, Satu Semangat dan diikuti oleh ratusan misdinar dari berbagai paroki di wilayah Keuskupan Palangka Raya. Penutupan dirangkaikan dengan Misa Hari Minggu yang dipimpin oleh Romo Jeffryanus Ulu, CMF, selaku Ketua Panitia, dan ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali.
Meski ditutup secara resmi, semangat para peserta belum akan berhenti. Gelombang kedua kegiatan yang disingkat TTM ini dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 3 Juli 2025, yang rencananya akan diikuti oleh misdinar dari 15 paroki lainnya. Perhelatan ini menjadi lanjutan dari rangkaian formasi rohani dan kebersamaan yang telah dibangun pada gelombang pertama.
Sebelumnya, dalam suasana hangat di sela kunjungan ke Gua Maria di Catholic Center Palangka Raya, Romo Jeffry menyampaikan bahwa TTM merupakan agenda tahunan yang telah menjadi tradisi penting dalam pembinaan iman anak-anak misdinar. Ia menekankan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menguatkan relasi persaudaraan sekaligus memperdalam semangat pelayanan.
"Motivasi kami adalah mempererat tali persaudaraan di antara teman-teman misdinar. Kedua, ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperdalam iman dan semangat melayani Tuhan dan sesama," ujar Romo Jeffry kepada para peserta.
Selain misa, TTM juga diisi dengan beragam kegiatan seperti pelatihan liturgi, permainan rohani, serta diskusi kelompok yang bertujuan menanamkan keteguhan dalam panggilan sebagai pelayan altar. Nilai militansi iman menjadi salah satu penekanan penting, bukan dalam arti konfrontatif, melainkan dalam bentuk dedikasi dan konsistensi dalam pelayanan.
Dengan berakhirnya gelombang pertama TTM 2025, Keuskupan Palangka Raya menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi muda Katolik yang tangguh dan bersemangat. Harapannya, para misdinar dapat menjadi penggerak iman di paroki masing-masing dan membawa semangat Satu Altar, Satu Semangat ke tengah kehidupan komunitas mereka.
Sementara itu Parluhutan, orangtua dari salah satu panitia kegiatan ini menyampaikan kebanggaannya terhadap keterlibatan anak terkasih kembali di tahun ini.
"Tahun lalu anak saya ikut sebagai peserta, sekarang sudah jadi panitia. Saya pikir dan saya lihat ini kegiatan yang sangat baik. Kami menyaksikan langsung bagaimana keterlibatan dalam TTM memberi dampak positif bagi perkembangan karakter dan spiritualitas anak kami," ujar Luhut.
Ia menilai bahwa pengalaman berinteraksi, berdiskusi, dan berdoa bersama dalam suasana yang menyenangkan memberi dampak mendalam bagi anak-anak.
Meski mengapresiasi kegiatan ini, Parluhutan juga menyampaikan harapannya agar ke depan koordinasi dari pihak Keuskupan bisa lebih ditingkatkan. Ia berharap TTM tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga membawa nilai tambah yang lebih konkret bagi para peserta.
“Semoga kegiatan ini bisa lebih baik lagi dikoordinir oleh Keuskupan dan ada yang didapatkan selain hanya bertemu teman-teman,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/j)









