BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Bupati Kotawaringin Barat atau Kobar, Suyanto, menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah bersama DPRD dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Dalam forum penilaian kinerja kabupaten/kota terkait aksi konvergensi stunting tahun 2025 di Palangka Raya pada Senin, 30 Juni 2025, Suyanto menyampaikan bahwa Kobar telah memiliki regulasi yang jelas sebagai dasar pelaksanaan program penanggulangan stunting secara terintegrasi.
Menurut Suyanto, pemerintah daerah telah melakukan analisis situasi secara menyeluruh terhadap 29 indikator cakupan layanan yang menjadi tolok ukur dalam penanganan stunting.
"Dari 29 indikator, 26 di antaranya sudah berada di atas 80 persen. Ini menunjukkan bahwa intervensi yang kami lakukan berjalan efektif," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi permasalahan utama dan merumuskan solusi yang tepat sasaran.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Kobar telah mengalokasikan anggaran untuk sembilan perangkat daerah dan satu instansi vertikal yang terlibat langsung dalam program percepatan penurunan stunting. Selain itu, keterlibatan sektor swasta juga menjadi bagian penting dalam strategi kolaboratif yang diterapkan di daerah ini.
"Kami tidak bekerja sendiri. Semua pihak kami libatkan, termasuk korporasi yang beroperasi di wilayah Kobar. Mereka turut mendukung program-program yang berkaitan dengan perbaikan gizi, sanitasi, dan edukasi masyarakat," jelas Suyanto.
Ia menekankan bahwa pendekatan multipihak menjadi kunci keberhasilan dalam menurunkan angka stunting secara signifikan.
Komitmen ini, lanjutnya, tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Pemerintah daerah terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program secara berkala untuk memastikan bahwa setiap intervensi memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat, khususnya anak-anak usia dini.
Dengan capaian indikator yang menggembirakan dan dukungan lintas sektor yang solid, Kabupaten Kotawaringin Barat optimistis dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kobar tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan," pungkas Suyanto.
Hadir dalam tim dari Kobar sebagai Corporate Social Responsibility atau CSR, yakni PT Sawit Sumbermas Sarana (PT SSMS Tbk), PT Sinar Alam Permai, serta PT Sungai Rangit.
Manajer Corporate Social Responsibility atau CSR PT SSMS Tbk, Abdur Rohman menuturkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam forum ini adalah wujud nyata sinergi sektor swasta dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
"Kami percaya bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya tanggung jawab pemerintah semata. Oleh karena itu, SSMS berkomitmen melalui program CSR Pilar Kesehatan turut mendukung dan kolaborasi program pada penanggulangan Penurunan Stunting di sekitar wilayah operasional perusahaan," kata Rohman. (TESTI PRISCILLA/H)









