BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan mencegah konversi lahan ilegal, Kelompok Tani Hutan atau KTH Danau Seluluk Jaya kembali menggelar Patroli Gabungan Perlindungan dan Pengamanan Hutan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), dan BAPPEDA Kotawaringin Barat. Patroli dilaksanakan di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Danau Seluluk Jaya, Desa Tanjung Terantang.
Patroli gabungan ini merupakan agenda rutin bulanan yang telah menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman kerusakan. Fokus utama kegiatan adalah mencegah konversi lahan secara ilegal, khususnya yang berpotensi diubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Dengan pendekatan preventif dan pengawasan langsung di lapangan, patroli ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem hutan.
Perwakilan dari HKm Danau Seluluk Jaya, Hermansyah menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga hutan.
"Patroli gabungan ini adalah bentuk komitmen nyata kami, masyarakat pengelola HKm, dalam memastikan hutan tetap lestari dan bebas dari aktivitas ilegal. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi kuat antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha,” ujarnya dalam rilis kepada Borneonews pada Senin, 30 Juni 2025.
Keterlibatan berbagai pihak dalam patroli ini menunjukkan bahwa perlindungan hutan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tugas bersama. SSMS, sebagai perwakilan sektor swasta, turut berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.
"Sementara itu, BKSDA dan KPHP memberikan dukungan teknis dan pengawasan, serta BAPPEDA memastikan sinergi program pembangunan daerah dengan pelestarian lingkungan," tuturnya.
Selain patroli, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan. Diskusi lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ancaman, menyusun strategi perlindungan, serta memperkuat kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian hutan.
"Dengan semangat kolaboratif yang terus dijaga, Patroli Gabungan di kawasan HKm Danau Seluluk Jaya menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Upaya ini tidak hanya menjaga hutan dari kerusakan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekologis masyarakat sekitar," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









