BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya hanya memiliki 31 orang tenaga Penyuluh berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Jumlah ini cukup mengkhawatirkan jika mengingat ibu kota provinsi Kalimantan Tengah saja memiliki sangat sedikit tenaga penyuluh apalagi di wilayah kabupaten. Sudah jumlahnya sedikit, juga didominasi perempuan, yang kini sudah memasuki usia pensiun.

"Kita tidak masalah berapapun jumlahnya. Kalaupun hanya sedikit juga tidak apa-apa asalkan memang memiliki kompetensi. Tapi sekarang kan sudah ada yang usia lanjut yang maaf, kalau sudah meninggal siapa yang akan gantikan kalau tidak ada penerimaan lagi," ungkap Nenie A Lambung, Ketua Komisi B DPRD Palangka Raya kepada Borneonews, Minggu (23/10/2016).

Menurutnya kurang optimalnya peran kinerja yang dilakukan oleh para penyuluh pertanian ini tidak lain dikarenakan sumber daya manusianya yang belum mumpuni. Hal tersebut menyebabkan munculnya penilaian bahwa kinerja penyuluh belum kelihatan.

"Supaya tugasnya sebagai penyuluh dapat terlaksana dengan baik dan bisa diterapkan ke petani, pekebun ataupun peternak, maka perlu dibangun pola pikir penyuluh itu sendiri dulu. Memang, kita akui selama ini Pemkot masih kekurangan penyuluh dibidang pertanian termasuk bidang peternakan. Tapi mereka tetap harus dimajukan pola pikirnya, prilaku sikap dan keterampilan," pungkas Nenie.

Demi membangun pola pikir inilah diperlukan sinkronasi dari pemerintah kota melalui dinas pertanian, bagaimana mendorong para penyuluh agar  membuat para pelaku usaha komoditas penting tersebut mendapatkan perubahan.

Diketahui, dari 31 orang tenaga penyuluh berstatus ASN ini, 15 di antaranya bertugas sebagai penyuluh peternakan, 5 orang sebagai penyuluh perikanan, 10 orang penyuluh umum dan 1 penyuluh kehutanan.

"Dari jumlah itu ada 10 penyuluh lagi yang statusnya masih tenaga honorer. Sebenarnya mereka para penyuluh ini adalah ujung tombak pemerintah dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas serta pengetahuan petani, pekebun dan peternak. Ini untuk mendukung program swasembada dan ketahanan pangan. Karena itu Pemkot harus bekerja ekstra mewujudkan harapan ini," tambah Politisi PDIP ini.

Penyuluh pertanian menurutnya juga memiliki peran besar dalam meningkatkan mutu dan produktivitas termasuk pengembangan jenis tanaman dari sektor perkebunan maupun dari sektor peternakan. Penyuluh harusnya kreatif dalam meingkatkan pengetahuan petani daerah ini. (TESTI PRISCILLA/N).