PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, BKSDA Kalteng, Dendi Sutiadi, yang turut hadir dalam kegiatan patroli memberikan edukasi kepada anggota HKm Danau Seluluk Jaya terkait pentingnya menjaga sempadan sungai dan konflik antara manusia dan satwa yang marak terjadi akhir-akhir ini.

"Saya sudah sering memberikan sosialiasi kepada masyarakat yang memiliki kebun di sempadan sungai. Seharusnya 100 - 200 meter dari sungai bebas dari gangguan dan intervensi," kata Dendi dalam rilisnya pada Senin, 30 Juni 2025.

Dendi menjelaskan bahwa penanaman sawit akan sia-sia karena erosi yang diakibatkan pembukaan lahan akan menumbangkan tanaman tersebut satu persatu nantinya. Selain itu, ekosistem sungai akan rusak. Tidak tersedianya makanan di pinggir-pinggir sungai bagi ikan menyebabkan nelayan susah untuk mendapatkan tangkapan.

"Konflik buaya dengan manusia yang semakin meresahkan karena tempat berlindung, beraktifitas, dan mencari makan yang sudah banyak rusak oleh ulah oknum tidak bertanggungjawab," katanya.

Dalam patroli kali ini, tim gabungan menyusuri batas kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan area perkebunan dan permukiman. Fokus utamanya adalah mendeteksi keberadaan tanaman sawit yang berada di zona yang tidak sesuai dengan peruntukan ruang.

Dengan keterlibatan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta, patroli gabungan ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan hutan. Hutan Kemasyarakatan Danau Seluluk Jaya bukan hanya kawasan tutupan hijau, tetapi juga simbol perlawanan terhadap kerusakan lingkungan dan bentuk nyata dari pengelolaan berbasis gotong royong.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jangka pendek berupa pencegahan perambahan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama.

Dalam semangat menjaga kelestarian hutan dan mencegah terjadinya konversi lahan secara ilegal, Kelompok Tani Hutan (KTH) Danau Seluluk Jaya kembali melaksanakan Patroli Gabungan Perlindungan dan Pengamanan Hutan bersama dengan PT. Sawit Sumbermas Sarana, Tbk, (SSMS), BKSDA, KPHP dan BAPPEDA Kotawaringin Barat berlokasi di kawan HKm Danau Seluluk Jaya, Desa Tanjung Terantang.

Patroli yang telah menjadi agenda rutin bulanan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam perlindungan kawasan hutan. Kegiatan patroli difokuskan pada upaya perlindungan kawasan hutan, khususnya dalam mencegah konversi lahan secara ilegal menjadi perkebunan kelapa sawit. (TESTI PRISCILLA/J)