PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, termasuk pasar keuangan yang melibatkan komoditas emas. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, menyampaikan, berbagai kebijakan moneter yang dikeluarkan BI dapat memengaruhi fluktuasi harga emas yang pada gilirannya berdampak terhadap kondisi perekonomian.

“Bank Indonesia menjalankan fungsi stabilisasi sistem keuangan, dan pasar emas merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan itu sendiri. Kebijakan suku bunga, pengendalian inflasi, dan nilai tukar rupiah sangat memengaruhi pergerakan harga emas di dalam negeri,” jelas Yuliansah, Senin, 30 Juni 2025.

Ia menambahkan bahwa emas sering kali menjadi instrumen lindung nilai (hedging) bagi masyarakat dan investor saat menghadapi ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, fluktuasi harga emas menjadi indikator penting yang dipantau dalam menjaga kepercayaan pasar.

Lebih lanjut, BI juga terus memantau perkembangan pasar keuangan, termasuk perdagangan emas, sebagai bagian dari upaya untuk memastikan stabilitas makroekonomi nasional dan daerah. 

“BI tidak hanya fokus pada pengendalian inflasi dan nilai tukar, tetapi juga memperhatikan dinamika aset-aset keuangan yang bisa memengaruhi daya beli masyarakat,” ujarnya.

Yuliansah berharap masyarakat tetap bijak dalam merespons naik turunnya harga emas dan memahami bahwa kondisi tersebut tidak lepas dari dinamika ekonomi global dan domestik yang dikelola secara hati-hati oleh Bank Indonesia.

“Penting bagi masyarakat untuk memahami konteks ekonomi secara menyeluruh agar dapat mengambil keputusan keuangan yang cerdas, termasuk dalam berinvestasi emas,” tutupnya. (MARINI/j)