BORNEONEWS, Palangka Raya – Wakil Ketua I Komisi I DPRD Palangka Raya Salundik menekankan pentingnya menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan masyarakat.
Ia menyoroti perlunya akses yang setara, terutama bagi mereka yang belum memiliki perangkat digital seperti smartphone berbasis Android.
"Perpustakaan jangan hanya menjadi tempat bagi mereka yang melek teknologi. Harus ada ruang dan fasilitas yang membuat semua orang, termasuk yang belum memiliki perangkat digital, merasa terlayani," ujar Salundik, Senin, 30 Juni 2025.
Menurutnya, di tengah kemajuan teknologi informasi yang pesat, masih banyak masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar dari keluarga prasejahtera, yang belum memiliki akses ke perangkat digital dan internet.
Oleh karena itu, perpustakaan harus tetap menyediakan layanan manual seperti buku fisik, ruang baca yang nyaman, dan pendampingan literasi.
Salundik juga mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan berbasis inklusi sosial serta memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat kelurahan dan sekolah-sekolah.
"Perpustakaan adalah pintu masuk utama menuju pengetahuan. Maka sudah seharusnya perpustakaan menjadi tempat yang ramah, aman, dan terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang sosial atau kemampuan teknologi mereka," tegasnya.
Ia berharap keberadaan perpustakaan tidak hanya menjadi simbol pendidikan, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (MARINI/j)









