PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau atau Pulpis menunjukkan komitmen serius dalam menurunkan angka stunting dengan merencanakan alokasi anggaran sebesar Rp14 miliar untuk program percepatan penurunan stunting tahun 2025. Anggaran ini akan digunakan untuk berbagai intervensi, termasuk pemilihan dan pelatihan kader pembangunan manusia KPM yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan.

Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta menyampaikan bahwa strategi penurunan stunting tidak hanya bergantung pada intervensi medis, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa.

"Kader pembangunan manusia akan menjadi penghubung antara layanan kesehatan dan keluarga sasaran. Mereka akan memantau tumbuh kembang anak dan memastikan intervensi tepat sasaran," ujarnya dalam kegiatan Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting tahun 2025 yang digelar di Aurilla Hotel, Senin, 30 Juni 2025.

Selain itu, anggaran tersebut juga akan dialokasikan untuk peningkatan layanan gizi, sanitasi, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan. Pemerintah daerah berharap dengan pendekatan konvergensi dan dukungan lintas sektor, angka stunting dapat ditekan secara signifikan.

Namun demikian, tantangan masih dihadapi, terutama dalam hal validitas data keluarga sasaran. Dinas Kesehatan mengakui bahwa pembaruan data keluarga belum maksimal, yang berdampak pada ketepatan intervensi.

--page

"Kami terus berupaya memperbaiki sistem pendataan agar program yang dijalankan benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan," tambahnya.

Keterbatasan waktu survei dan keterlambatan pelaksanaan juga menjadi hambatan dalam memperoleh data yang akurat. Hal ini menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki mekanisme pemantauan dan pelaporan ke depan.

Dengan dukungan anggaran yang cukup besar dan strategi yang lebih terarah, Pemkab Pulpis optimistis dapat menurunkan angka stunting secara bertahap dan berkelanjutan.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Pulpis tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang cerah," tuturnya.

Dua perusahaan berbasis di Kabupaten Pulang Pisau, yakni PT Menteng Kencana Mas (PT MKM) dan PT Borneo Sawit Gemilang (PT BSG), menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kalimantan Tengah. Hal ini ditandai dengan kehadiran Alsa Lowtogana, Asisten Manajer CSR dari kedua perusahaan.

"Kami siap terus berkolaborasi demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Pulang Pisau,” tutup Alsa. (TESTI PRISCILLA/y)