BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari, menyoroti dugaan permainan harga Elpiji 3 kilogram oleh sejumlah oknum pemilik pangkalan, khususnya di wilayah Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya. Ia menilai kondisi ini sangat merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas subsidi tersebut.
“Harga Elpiji 3 Kg seharusnya terjangkau, karena memang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Namun kenyataannya di lapangan, masih ditemukan pangkalan yang menjual di atas harga eceran tertinggi. Ini jelas harus ditindak tegas,” ujar Tantawi, Senin, 30 Juni 2025.
Ia meminta Pemerintah Kota melalui dinas terkait agar segera melakukan pengawasan rutin dan menindak pangkalan yang terbukti melanggar aturan distribusi. Menurutnya, pengawasan harus lebih aktif, bukan hanya menunggu laporan dari masyarakat.
“Permainan seperti ini mencoreng maksud dari program subsidi itu sendiri. Pemerintah tidak boleh tutup mata. Harus ada pembinaan, teguran, bahkan pencabutan izin jika terbukti menyalahgunakan wewenang,” tegasnya.
Tantawi juga mengimbau agar masyarakat ikut berperan aktif melaporkan apabila menemukan harga Elpiji 3 Kg yang tidak sesuai ketentuan, agar peredaran dan distribusi bisa kembali sesuai jalur.
“Komisi II DPRD akan terus mendorong evaluasi distribusi Elpiji 3 Kg, agar tepat sasaran dan tidak lagi menjadi ladang keuntungan sepihak bagi oknum tertentu,” pungkasnya. (MARINI/j)









