SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi tantangan serius terkait kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN).  Hal ini disebabkan oleh tingginya angka purna tugas ASN yang mencapai rata-rata 20 orang setiap bulannya.

"Hari ini kita melepas yang akan purna tugas terhitung mulai besok dan bulan depan, jadi ada dua bulan ini, dua periode yang fiksi kita lepas sekaligus, jumlahnya 42 orang," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makalepu, Senin, 30 Juni 2025.

Ia menyebut, di Kotim itu rata-rata setiap bulannya hampir 20-an lebih ASN yang pensiun, sehingga dalam setahun ada sekitar 250 orang ASN yang purna tugas. 

Kondisi ini semakin diperparah dengan kebutuhan ASN yang masih tinggi.  Kamaruddin menyebut Kotim sampai dengan saat ini masih kekurangan pegawai untuk memenuhi kebutuhan.  Hal itu menyebabkan masih adanya pegawai non ASN juga  sejumlah kekosongan pejabat. 

"Sehingga dalam menyikapi ini, kami mengajukan formasi ke pusat itu lebih dari yang pensiun. Karena kalau sama dengan yang pensiun tidak bertambah banyak pegawai kita, sementara kita masih kekurangan," terangnya. 

Ia menyebut sebelumnya Pemkab Kotim melalui BKPSDM mendapat kuota sebanyak 1000 lebih. Ke depan pihaknya berharap dapat memenuhi kebutuhan pegawai Kotim. 

"Kami dari BKPSDM biasanya mengajukan lebih dari itu. Kemarin kita dapat 1000 lebih. Nah, untuk ke depan kita belum tahu berapa jumlahnya. Tetapi minimal kita fokus dulu mengangkat eh teman-teman non ASN menjadi ASN," tutupnya. (DEVIANA/j)