BORNEONEWS, Sampit – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendirikan delapan posko lapangan (Polsap) siaga yang tersebar di berbagai wilayah rawan.
"Poslap karhutla sudah jalan sejak 11 Juni hingga 9 Oktober," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Senin, 30 Juni 2025.
Meskipun saat ini masih sering terjadi hujan, Agus menekankan pentingnya kesiapsiagaan. Selain itu, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awal Juli-Oktober memasuki kemarau.
Poslap tersebut berlokasi di desa Kecamatan Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan (MHS), Mentaya Hilir Utara (MHU), Seranau, Kota Besi, Cempaga dan Parenggean.
Ia mengungkapkan setiap poslap tersebut terdiri dari lima masyarakat peduli api (MPA), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
"Poslap ini dibuat di daerah yang dinilai rawan karhutla. Poslap ini dibiayai APBD Provinsi, namun dikoordinir oleh Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim," terangnya.
Tugas utama tim di posko tersebut meliputi enam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan daerah kering, pemadaman api, penegakan hukum, deteksi dini karhutla melalui pemantauan hotspot, dan pengamanan sumber air.
"Untuk mendukung operasional posko, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan bantuan berupa satu unit pompa air, lima unit selang lempar tembak, satu unit selang isap, satu unit nozel multifungsi dan spanduk," imbuhnya. (DEVIANA/j)









