BORNEONEWS, Sampit – Turnamen HNR Cup I 2025 yang saat ini tengah berlangsung tidak hanya menjadi ajang kompetisi bergengsi antar klub lokal, namun juga menyimpan harapan besar dari panitia dan masyarakat pencinta sepak bola agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) segera membentuk kembali Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kotim yang telah vakum selama lebih dari satu tahun.
“Harapan kami, dengan adanya HNR Cup ini bisa menggugah hati Pemkab Kotim agar kembali membentuk Askab PSSI. Sudah lebih dari setahun kosong. Padahal peran Askab sangat penting untuk menghidupkan kembali geliat sepak bola di daerah,” kata juru bicara panitia HNR Cup I Adi Wahyudi, Selasa, 1 Juli 2025.
Keberadaan Askab sangat dibutuhkan untuk mengatur pembinaan pemain usia dini, menggelar kompetisi resmi seperti Divisi 1 dan Divisi 2, serta menjembatani klub-klub lokal agar dapat berkompetisi secara lebih profesional dan berjenjang.
Tanpa adanya Askab, saat ini turnamen hanya berjalan atas inisiatif komunitas tanpa dukungan struktural dari organisasi resmi di bawah naungan PSSI.
“Kalau ada Askab, kegiatan bisa lebih tertata dan mengacu pada kalender nasional. Bahkan, event seperti Liga 1 atau kompetisi resmi lainnya bisa digelar di Kotim. Jadi tidak bisa asal menjadwalkan agenda, semua harus ada dalam sistem,” ujarnya.
--page
Dengan animo masyarakat yang begitu tinggi terhadap sepak bola, terlihat dari membludaknya penonton setiap pertandingan HNR Cup I, pembentukan kembali Askab PSSI dinilai menjadi langkah strategis untuk membangkitkan kembali atmosfer sepak bola Kotim, sekaligus menyiapkan bibit-bibit atlet sepak bola masa depan.
“Turnamen ini membuktikan bahwa semangat pecinta sepak bola Kotim masih sangat besar. Tinggal menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memfasilitasi dengan membentuk Askab PSSI,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









