PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan informasi penting terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya.

Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai) per 1 Juli 2025, sebagian besar wilayah kota menunjukkan tingkat kemudahan terbakar yang tinggi.

Data Perisai menunjukkan tingkatan risiko kebakaran pada lapisan atas permukaan tanah. Sebagian besar wilayah terdeteksi berada pada level tinggi (berwarna kuning) dan level sangat tinggi (berwarna merah).

"Tingkat kemudahan terbakar yang tinggi menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak untuk mencegah terjadinya karhutla. Upaya pencegahan menjadi langkah krusial untuk melindungi lingkungan dan aset masyarakat," katanya, Selasa 1 Juli 2025.

Untuk memudahkan pemantauan kondisi risiko karhutla, BPBD Palangka Raya menyediakan akses publik melalui situs web resmi mereka. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui tautan bpbd.palangkaraya.go.id/perisai. Data Perisai diperbarui secara berkala untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini.

--page

Informasi yang disajikan dalam Perisai meliputi peta risiko kebakaran, tingkat kemudahan terbakar di berbagai wilayah, serta informasi pendukung lainnya yang relevan. Data ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan instansi terkait dalam mengambil langkah antisipatif.

BPBD Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah karhutla.

"Kerja sama dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk mengurangi risiko kebakaran dan menjaga kelestarian lingkungan di Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/y)