BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Maraknya penggunaan sepeda listrik oleh anak-anak dibawah umur di jalan raya, Kuala Kapuas telah menjadi problema. Banyak warga yang memandang hal ini bisa membahayakan pengguna jalan lainnnya.
Tak sedikit masyarakat menilai bahwa tren penggunaan sepeda listrik sudah semestinya diperhatikan aparat berwenang. Selain itu, pihak orang tua yang membolehkan anaknya menggunakan selis mestinya sadar keselamatan.
"Namanya masih anak- anak kan banyak yang tidak tahu dan sadar aturan berlalu lintas, jika berbaur di jalan raya cukup beresiko, tidak hanya pada diri sendiri namun juga pengguna jalan lainnya," ucap Halimah, warga Kapuas, Selasa, 1 Juli 2025.
Pernyataan tersebut cukup beralasan, karena sebelumnya beberapa kali pernah terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya Kuala Kapuas melibatkan selis yang dikendarai oleh anak di bawah umur.
"Kalau bisa dikaji dan diawasi lebih ketat lagi. Kematangan pikiran dan mental yang belum siap juga mesti jadi pertimbangan bagi orangtua yang mengizinkan anak-anaknya melintasi jalan raya dengan selis," tambah Halimah.
Menurutnya, penggunaan selis di jalan raya oleh anak dibawah umur kerap tanpa dibarengi dengan pengetahuan berlalu lintas yang baik dan benar. Selain itu, kematangan pikiran dan mental yang belum siap juga mesti jadi pertimbangan bagi orangtua yang mengizinkan anak-anaknya melintasi jalan raya dengan sepeda listrik.
Sementara itu dari pantauan Borneonews di Kuala Kapuas, tak jarang melihat anak-anak mengendarai selis melintas di jalan-jalan raya yang cukup padat berbaur pengendara lain. Bahkan ironisnya lagi, rata-rata tanpa menggunakan helm hingga berboncengan tiga. Jika tidak benar-benar diperhatikan semua pihak, tentunya ini berpotensi membahayakan sekali bagi pengguna jalan. (SABRIANOOR/j)









