KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Desa Tumbang Mangkutup Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas bisa dibilang sebagai desa yang punya semangat berinovasi. Mulai dari budidaya ikan, pertanian dan inovasi lokal lainnya.

Desa yang ada di rimba Kapuas ini pernah dikunjungi sebagai tempat riset kehutanan dari mancanegara. Setidaknya ada puluhan wisatawan asal Jepang yang telah datang dan bermalam di desa.

Kepala Desa Tumbang Mangkutup Suriato menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan perusahaan kehutanan asal Jepang, Sumitomo Forestry untuk Proyek Restorasi Ekosistem Gambut.

"Hal ini merupakan jawaban dari lelahnya perjuangan membangun desa baik pengelolaan wisata, pertanian, maupun budidaya usaha lokal" ungkapnya kepada awak media, Selasa, 1 Juli 2025.

Bahkan sebelumnya, diungkapkan Suriato pada 12 Juni 2025 lalu, tidak tanggung- tanggung ada 5 perusahaan swasta secara bersamaan datang ke desa dan cek lokasi untuk pengembangan kawasan wisata perikanan Desa Terpadu mandiri Tumbang Mangkutup yaitu PT. Mayangkara Tanaman Industri, PT. Kubu Mulia Forestry, PT. Bina Ovivipari Semesta, PT. Jelai Lestari Abadi dan PT. Wana Subur Lestari.

Semangat membangun desa dengan inovasi yang ditunjukkan Suriato dan masyarakat Desa Tumbang Mangkutup merupakan hal yang patut dicontoh untuk desa-desa lainnya. Setiap desa menyimpan potensi dan akan memberikan keuntungan maksimal yang dituai warga desa sendiri. (SABRIANOOR/J)