BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat bahwa seluruh wilayah Indeks Harga Konsumen atau IHK di provinsi ini mengalami inflasi secara month-to-month atau m-to-m pada Juni 2025.
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa inflasi terjadi merata di empat kabupaten/kota yang menjadi titik pantauan IHK.
"Secara spasial, keempat wilayah IHK di Kalimantan Tengah mengalami inflasi. Kabupaten Kapuas mencatat inflasi tertinggi sebesar 0,46 persen, disusul Sampit sebesar 0,43 persen," ujar Agnes dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Selasa, 1 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa inflasi ini mencerminkan adanya tekanan harga yang cukup merata di berbagai daerah.
Sementara itu, Kota Palangka Raya mencatat inflasi sebesar 0,19 persen dan Kabupaten Sukamara sebesar 0,06 persen. Menurut Agnes, meskipun angka inflasi di Sukamara relatif rendah, tetap menunjukkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting.
"Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi di seluruh kabupaten/kota adalah bawang merah dan cabai rawit," jelas Agnes.
Kenaikan harga dua komoditas ini terjadi secara konsisten di berbagai wilayah, dipengaruhi oleh pasokan yang terbatas dan tingginya permintaan masyarakat.
Bawang merah memberikan andil terbesar terhadap inflasi di hampir seluruh wilayah, terutama di Kapuas dan Sampit. Cabai rawit juga menjadi pemicu utama inflasi, terutama di Palangka Raya dan Sukamara.
"Kedua komoditas ini sangat sensitif terhadap perubahan cuaca dan distribusi, sehingga fluktuasi harganya cukup cepat," tambah Agnes.
BPS Kalteng menilai bahwa meskipun terjadi inflasi di seluruh wilayah IHK, kondisi ini masih dalam batas yang wajar dan terkendali.
"Kami akan terus memantau perkembangan harga dan memberikan rekomendasi kebijakan berbasis data kepada pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









