PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel berbintang di Kalimantan Tengah pada Mei 2025 tercatat sebesar 47,50 persen, mengalami peningkatan 3,54 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa kenaikan ini mencerminkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata di wilayah tersebut.

"Jika dilihat berdasarkan klasifikasi, seluruh kelas hotel berbintang mengalami peningkatan TPK," ujar Agnes dalam penyampaian berita resmi statistik pada Selasa, 1 Juli 2025.

Hotel bintang satu mencatat kenaikan tertinggi sebesar 7,10 poin, disusul hotel bintang dua naik 3,72 poin, bintang tiga naik 3,57 poin, serta hotel bintang empat dan lima naik 2,96 poin. Kenaikan ini menunjukkan tren positif dalam sektor perhotelan, terutama menjelang pertengahan tahun.

Sementara itu, TPK hotel non bintang pada Mei 2025 tercatat sebesar 22,02 persen, naik tipis sebesar 0,05 poin dibandingkan April 2025.

"Peningkatan ini terjadi pada kelompok hotel dengan jumlah kamar 10-24 dan 25-40, masing-masing naik 0,21 poin dan 1,24 poin," jelas Agnes.

Namun, kelompok hotel dengan kurang dari 10 kamar dan lebih dari 40 kamar justru mengalami penurunan TPK masing-masing sebesar 0,60 poin dan 2,19 poin.

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, TPK hotel berbintang justru mengalami penurunan signifikan sebesar 10,13 poin. Penurunan paling tajam terjadi pada hotel bintang dua yang turun 20,35 poin, diikuti hotel bintang empat dan lima turun 9,20 poin, serta hotel bintang tiga turun 5,38 poin.

"Hanya hotel bintang satu yang mencatatkan kenaikan tahunan sebesar 14,93 poin," tambah Agnes.

TPK hotel non bintang juga mengalami penurunan tahunan sebesar 0,91 poin dibandingkan Mei 2024. Penurunan terjadi pada kelompok hotel dengan jumlah kamar <10, 10-24, dan >40, masing-masing turun 0,63 poin, 1,59 poin, dan 3,14 poin. Sebaliknya, kelompok hotel dengan 25-40 kamar mencatatkan kenaikan sebesar 0,87 poin.

Agnes menekankan bahwa fluktuasi TPK ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk musim liburan, kegiatan pemerintahan, dan tren perjalanan masyarakat.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini sebagai bagian dari indikator penting dalam sektor pariwisata dan ekonomi daerah," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)