PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Nilai Tukar Petani (NTP) Kalimantan Tengah pada Juni 2025 tercatat turun sebesar 1,68 persen, dari 134,29 menjadi 132,04, menurut data resmi BPS Provinsi Kalteng.

Penurunan ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,40 persen dan naiknya indeks harga yang dibayar petani (Ib) sebesar 0,28 persen.

Empat dari lima subsektor mengalami penurunan NTP: tanaman pangan (-0,28%), perkebunan rakyat (-2,45%), peternakan (-0,83%), dan perikanan (-0,51%).

Hanya subsektor hortikultura dan perikanan budidaya yang mencatatkan kenaikan, masing-masing sebesar 1,19 persen dan 1,48 persen.

Bersamaan dengan itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga turun sebesar 1,77 persen, dari 138,71 menjadi 136,26.

Penurunan NTP dan NTUP mencerminkan tekanan pada biaya produksi dan daya beli petani. BPS mengimbau perhatian serius terhadap subsektor-sektor terdampak agar ketahanan ekonomi pertanian tetap terjaga. (HERMAWAN DP/H)