BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah pengemudi truk pengangkut pasir, mobil pikap dan perwakilan Perusahaan Otobus (PO) angkutan antar kota menyampaikan keberatan atas kebijakan pemindahan distribusi solar bersubsidi dari SPBU Cagar Patra ke SPBU Simpang Runtu. Aspirasi tersebut mereka sampaikan langsung di lokasi SPBU Cagar Patra Jalan Iskandar, Rabu, 2 Juli 2025.
“Hari ini kami para pengemudi angkutan sangat keberatan. Biasanya kami mengisi solar subsidi di SPBU Cagar Patra yang berada dalam kota Pangkalan Bun. Tapi hari ini solar subsidi tidak tersedia,” ujar Edi Susilo salah satu sopir angkutan.
Edi Susilo menambahkan, informasi yang diterima dari pihak SPBU menyebutkan bahwa mulai 1 Juli, distribusi solar bersubsidi untuk kendaraan pengangkut dialihkan ke SPBU Simpang Runtu.
“Jarak ke sana cukup jauh. Untuk mencapai lokasi SPBU Simpang Runtu kami butuh tambahan bahan bakar sekitar 30 sampai 50 liter. Ini tentu membuat kami harus mengeluarkan biaya lebih. Belum lagi soal kepastian, apakah di SPBU Simpang Runtu kami benar-benar bisa mendapatkan solar bersubsidi atau tidak. Setiap SPBU kan punya pelanggan tetapnya sendiri," jelas Edi Susilo.
Edi Susilo berharap, pemerintah bisa mempertimbangkan ulang kebijakan ini dan melibatkan para sopir dalam mencari solusi.
--page
“Kalau bisa, pemerintah dan Pertamina duduk bersama kami. Karena yang merasakan dampaknya langsung ya kami ini. Jangan sampai yang benar-benar butuh malah kesulitan, sementara pelangsir masih bisa bebas menikmati solar subsidi,” tegas Edi.
Dari pihak SPBU Cagar Patra, Iyus menyampaikan bahwa mereka memang tidak lagi menerima pasokan solar subsidi dari Pertamina sejak 1 Juli 2025.
“Kami sejak tanggal 1 Juli tidak menerima lagi distribusi solar dari Pertamina,” terang Iyus.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua DPRD Kobar Mulyadin, Asisten I Bupati Kobar Tengku Alisjahbana, dan Kapolsek Arut Selatan AKP Ratno. Mereka mendengarkan langsung keluhan para pengemudi.
Asisten I Bupati Kobar Tengku Alisjahbana menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melaporkan permasalahan ini kepada Bupati Kobar.
“Masalah ini akan segera kami sampaikan ke Ibu Bupati agar dalam waktu dekat semua pihak bisa duduk bersama untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kobar Mulyadin mengatakan bahwa pemindahan distribusi solar bersubsidi ke SPBU Simpang Runtu dilakukan karena sering terjadi antrean panjang di SPBU Cagar Patra.
“Kebijakan ini muncul untuk menyikapi kondisi antrean panjang di SPBU Cagar Patra. Namun tentu saja perlu evaluasi. Dengan duduk bersama antara perwakilan sopir, pemerintah daerah, aparat keamanan, Hiswana Migas, dan Pertamina, kita harapkan bisa ada solusi,” jelas Mulyadin.
--page
Mulyadin menegaskan pentingnya mengakomodasi kebutuhan kendaraan pengangkut yang benar-benar membutuhkan BBM untuk operasional.
“Kita harus pastikan solar subsidi benar-benar dirasakan oleh yang berhak. Jangan sampai terus-menerus tersedot oleh pelangsir yang justru merugikan masyarakat luas,” jelas Mulyadin. (WAHYU KRIDA/Y)









