KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejumlah pengendara yang bepergian antara Pulang Pisau dan Kuala Kapuas mengaku lebih menyukai menggunakan jasa feri penyeberangan di Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat. Faktor jarak tempuh yang lebih efisien menjadi alasan utama para pengendara memilih jalur ini dibandingkan harus melewati kawasan Desa Basarang yang ada di Jalan Trans Kalimantan.

"Kalau melalui feri ini, perjalanan lebih singkat kurang lebih setengah jam dibanding harus melalui jalur Pulang pisau - Basarang - Pulau Telo - Kuala Kapuas," ungkap Subandi, seorang warga yang biasa bepergian antar dua kabupaten tersebut pada Rabu, 2 Juli 2025.

Selain faktor tersebut, pemandangan sungai Kapuas diiringi angin sepoi-sepoi dan suasana penyeberangan juga menarik minat Subandi dan warga lainnya untuk memilih jalur penyeberangan sungai.

Namun alasan berbeda diungkapkan Husni, warga Kapuas yang bekerja di Kantor Pemkab Pulang Pisau. Menurutnya rute Kapuas- Pulang Pisau melalui Jalan Trans Kalimantan lebih rawan lakalantas terutama di tikungan tajam sehingga ia lebih memilih jalur penyeberangan.

"Mending lewat sini lah mas, selain lebih dekat disini juga lebih aman jarang Lakalantas antara Desa Sei Pitung hingga Kuala Kapuas," ucap Husni.

--page

Dari pantauan Borneonews di feri penyeberangan sungai, Mandomai memang nampak klotok feri selalu penuh kendaraan baik dari arah Desa Sei Pitung maupun Mandomai. Dengan karcis seharga Rp5 ribu pengendara sudah dapat menikmati jasa penyeberangan. Tidak hanya kendaraan roda dua namun klotok feri juga diisi kendaraan roda empat.

Untuk rute yang dilalui adalah Mandomai - Sungai Kapuas - Desa Sei Pitung - Jalan Jepang, Kuala Kapuas. Pengendara dari arah Kota Palangka Raya dapat melalui persimpangan Jalan Trans Kalimantan, Pulang Pisau menuju Mandomai selama kurang lebih 15 menit , di jalur penyeberangan sekitar 15 menit dan sampai di Desa Sei Pitung. Dari desa Sei Pitung perjalanan dilanjutkan jalan darat selama 15 menit untuk masuk wilayah Kota Kuala Kapuas, tepatnya di Jalan Jepang.

Rute ini memang memangkas waktu kurang lebih 30 menit dan hemat bahan bakar dibanding rute jalur darat yang biasa dilalui.Tak salah warga dan pengendara yang bepergian antar kabupaten hingga provinsi menjadikan jalur penyeberangan sungai sebagai primadona. (SABRIANOOR/Y)