PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau mencatat angka prevalensi stunting berada di kisaran 13 persen, data terbaru yang dipaparkan dalam forum penilaian kinerja menunjukkan adanya kenaikan signifikan dari 24 persen menjadi 27 persen. Perbedaan ini memunculkan kekhawatiran dan menjadi sorotan dalam evaluasi program percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.

Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta menjelaskan bahwa perbedaan angka tersebut disebabkan oleh keterbatasan dalam proses pembaruan data keluarga sasaran.

"Update data belum maksimal, dan waktu survei yang tersedia sangat terbatas. Bahkan pelaksanaannya sempat mundur dari jadwal," ungkap Jayadikarta baru-baru ini.

Kondisi ini berdampak pada akurasi data yang digunakan sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program. Ketidaksesuaian data membuat intervensi menjadi kurang tepat sasaran, sehingga efektivitas program pun menurun.

“Kami menyadari pentingnya data yang valid untuk mendukung kebijakan yang tepat,” tambahnya.

Wakil Bupati menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem pendataan dan pelaporan, termasuk meningkatkan kapasitas petugas lapangan dan kader pembangunan manusia. Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas data dan mempercepat respons terhadap kondisi di lapangan.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 miliar untuk mendukung berbagai program penurunan stunting, termasuk pelatihan kader, edukasi masyarakat, dan peningkatan layanan kesehatan dasar. Anggaran ini menjadi bagian dari strategi konvergensi lintas sektor yang melibatkan berbagai perangkat daerah.

Dengan perbaikan sistem data dan dukungan anggaran yang memadai, Pemkab Pulpis berharap dapat menekan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami tidak ingin anak-anak Pulpis menjadi korban dari kelemahan sistem. Ini saatnya kita perbaiki bersama,” tegas Wabup.

Dua perusahaan berbasis di Kabupaten Pulang Pisau, yakni PT Menteng Kencana Mas (PT MKM) dan PT Borneo Sawit Gemilang (PT BSG), menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau. Hal ini ditandai dengan kehadiran Alsa Lowtogana, Asisten Manajer CSR dari kedua perusahaan dalam acara tersebut membersamai Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau.

"Kami siap terus berkolaborasi demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di Kabupaten Pulang Pisau,” tutup Alsa. (TESTI PRISCILLA/j)