PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kota Palangka Raya meraih prestasi membanggakan dengan menempati peringkat kedua dalam Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025. 

Dengan raihan skor 96,6 poin, capaian ini menjadi bukti nyata atas keseriusan pemerintah kota dalam menekan angka stunting secara terukur dan terintegrasi.

Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya, Sigit Widodo, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Ia menilai hasil ini merupakan buah kerja keras lintas sektor, mulai dari perangkat daerah hingga peran aktif masyarakat dalam upaya mempercepat penurunan stunting di wilayah ibu kota provinsi ini.

“Peringkat kedua ini patut kita syukuri dan jadikan motivasi untuk terus meningkatkan sinergi antar instansi, terutama dalam bidang kesehatan dan pelayanan dasar,” kata Sigit, Rabu, 2 Juli 2025.

Sebagai komisi yang membidangi urusan kesehatan, pendidikan, dan sosial, Komisi III DPRD terus mendorong agar program percepatan penurunan stunting dilaksanakan secara konsisten dan menyeluruh, terutama menyasar kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil.

Sigit menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tenaga kesehatan, serta kader di lapangan seperti posyandu dan PKK sangat menentukan keberhasilan program ini.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak hanya capaian administrasi yang baik, tetapi juga dampak nyata di masyarakat. Angka stunting harus terus ditekan, dan pelayanan kesehatan ibu-anak harus diperkuat,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar edukasi gizi dan kesehatan reproduksi diperluas hingga ke tingkat RT/RW sebagai langkah preventif jangka panjang. 

Selain itu, penguatan data by name by address dan intervensi tepat sasaran menjadi kunci penting dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

“Prestasi ini jangan membuat kita cepat puas. Justru harus menjadi titik tolak untuk bekerja lebih giat demi mewujudkan generasi Palangka Raya yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutup Sigit. (MARINI/j)