SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menekankan pentingnya percepatan pengadaan komputer guna mendukung pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT).

Dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, BKPSDM mengalokasikan anggaran Rp210.801.000 untuk belanja modal alat penunjang CAT.

Kepala BKPSDM Kotim, Kamaruddin Makalepu, menjelaskan bahwa pengadaan ini menjadi kebutuhan mendesak karena sistem CAT kini digunakan tidak hanya untuk seleksi CPNS, tetapi juga untuk ujian kenaikan pangkat dan promosi jabatan ASN. Bahkan, dalam satu tahun, terdapat enam periode ujian kenaikan pangkat yang semuanya harus dilakukan secara CAT agar diakui oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kalau tidak pakai CAT, hasil ujian tidak diakui BKN. Ini bukan kebutuhan biasa, tapi menyangkut karier ASN dan pelayanan birokrasi yang profesional,” ujar Kamaruddin dalam rapat bersama Komisi I DPRD Kotim, Rabu, 2 Juli 2025.

Lebih lanjut, Kamaruddin mengungkapkan bahwa pagu anggaran BKPSDM awalnya sebesar Rp20,64 miliar, kini mengalami penyesuaian menjadi Rp19,08 miliar. Pengurangan anggaran berasal dari belanja pegawai, khususnya Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang disesuaikan berdasarkan perhitungan kebutuhan riil.

Selain itu, belanja barang dan jasa juga digeser ke pos belanja modal untuk memastikan keberadaan alat CAT yang memadai, termasuk penunjang daya agar tidak rusak saat terjadi pemadaman listrik.

Menanggapi usulan tersebut, anggota Komisi I DPRD Kotim, M Kurniawan Anwar, menyarankan agar pengadaan ditinjau dari aspek efisiensi anggaran. Ia menyampaikan bahwa jika memungkinkan, pengadaan bisa ditunda hingga APBD murni 2026 agar tidak mengganggu kebutuhan pembangunan lainnya.

“Kalau bisa ditunda, lebih baik ditunda. Tapi kalau memang kondisinya mendesak dan tidak bisa bergantian, silakan saja diusulkan,” ujarnya.

Kurniawan juga meminta agar BKPSDM memaksimalkan peralatan yang sudah ada serta memastikan bahwa pengadaan dilakukan berdasarkan skala prioritas yang jelas.

Namun ia mengakui bahwa BKPSDM merupakan instansi strategis yang aktif berkoordinasi dengan Pemprov dan Kementerian PAN-RB, sehingga perlu mendapat dukungan sarana.

Pengadaan komputer dan peralatan CAT menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kepegawaian di Kotim. Dalam era digitalisasi pemerintahan, penggunaan CAT merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan objektivitas dalam sistem penilaian ASN.

Dengan alokasi anggaran yang telah disiapkan dan urgensi kebutuhan di lapangan, BKPSDM berharap pengadaan ini dapat segera terealisasi agar pelaksanaan ujian tidak terganggu dan pelayanan kepada ASN tetap berjalan optimal. (DEWI PATMALASARI/H)