BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Meski bukan sebagai tempat pilihan menuntut ilmu ataupun bekerja pada umumnya, ternyata usaha barak atau ruang pribadi yang disewakan cukup laris di Kuala Kapuas. Harga sewa barak di Kuala Kapuas jika dibandingkan dengan Palangkaraya ataupun Banjarmasin bisa dibilang relatif sama.
Dua kota di atas merupakan contoh kota dengan warna penduduk dinamis, akibat banyaknya pendatang yang tinggal sementara untuk bekerja ataupun menuntut ilmu. Hal ini tentunya membuat usaha barak menjamur di kota-kota tersebut, karena keperluan tempat tinggal yang ekonomis bagi pendatang.
Hal yang bisa dibilang berbeda dengan kondisi di Kuala Kapuas. Faktor prospektifnya usaha barak di Kuala Kapuas salah satunya ditenggarai banyaknya pasangan muda yang baru menikah untuk memilih mandiri. Dengan budget terbatas, alih-alih membeli atau mencicil rumah sebagian diantaranya memilih barak sebagai tempat tinggal keluarga kecil mereka.
Amir, salah satu penghuni barak yang berlokasi di Jalan Jawa, Kuala Kapuas menyebutkan bahwa sebagian besar tetangga baraknya merupakan pasangan yang baru menikah ataupun keluarga kecil.
"Kebanyakan penghuninya mereka yang sudah berkeluarga mas, bahkan kemarin sempat ada pasangan juga yang bawa anak menanyakan barak yang kosong. Sayangnya barak terisi penuh," tuturnya kepada Borneonews, Rabu, 2 Juli 2025.
Hal yang sama juga diungkapkan Marni ,pemilik barak di Jalan Sulawesi. Ia mengaku bahwa tak sedikit yang datang menanyakan barak kosong adalah mereka yang sudah berkeluarga.
"Sebenarnya barak milik kami, tidak khusus harus bagi yang berkeluarga, cuma kebanyakan yang sewa maupun yang mencari rata-rata keluarga kecil atau pasangan baru menikah," ungkapnya.
Dari informasi lain menyebutkan bahwa mereka pelajar atau mahasiswa luar Kuala Kapuas yang bersekolah kebanyakan tinggal di sewaan properti jenis kos, meski tak sedikit juga yang tinggal di barak.
Dari penelusuran ini Borneonews juga mendapati sebuah fakta, dimana ada barak tertentu yang dijadikan tempat kumpul-kumpul remaja untuk hal yang negatif seperti mabuk-mabukan ataupun untuk berpacaran.
"Biasanya barak seperti itu jauh dari permukiman padat penduduk," ucap salah satu warga.
Meskipun terdapat beberapa catatan, dengan harga sewa yang kompetitif, bisa dibilang usaha sewa barak di Kuala Kapuas punya potensi menjanjikan. (SABRIANOOR/H)









