BORNEONEWS, Pangkalan Bun -- Pucuk pimpinan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar) kembali mengalami pergantian. Smith Juliansyah resmi menjabat Operation Head TBBM Pangkalan Bun menggantikan tugas Sumardi yang sejak awal Oktober lalu pindah tugas ke TBBM Kota Baru Kalimantan Selatan.
Pada acara Malam Pisah Sambut Operation Head TBBM Pangkalan Bun, di Kantor Depo Pertamina Kumai, Jumat (21/10) kemarin. Smith Juliansyah berjanji akan berusaha semaksimal mungkin melanjutkan tugas-tugas Sumardi di TBBM Pangkalan Bun. Baik dalam hal mengelola TBBM maupun distribusi BBM kepada para konsumen Pertamina di wilayah kerjanya.
Pria kelahiran Balikpapan 55 Tahun lalu itu menyebut komitmen PT Pertamina dalam memberikan pelayanan penyaluran BBM PSO maupun Non-PSO, di wilayah Pangkalan Bun dan sekitarnya ini bukanlah hal yang bisa dianggap gampang. Tugas-tugas yang sebelumnya menjadi tanggungjawab Sumardi tersebut menurutnya, merupakan beban yang cukup berat untuk diemban.
Sehingga Smith Juliasyah berharap seluruh karyawan serta pihak terkait lainnya, bisa membangun kerjasama yang baik dalam pengelolaan dan pelayanan TBBM Pangkalan Bun yang memiliki 12 tangki berkapasitas belasan ribu kilo liter (KL) tersebut.
"Saya mengharapkan kerjasama seluruh karyawan. Terutama TBBM Pangkalan Bun sudah memiliki komitmen kuat dalam memberi pelayanan BBM. Baik BBM PSO maupun Non-PSO. Semoga, apa yang selama ini sudah berhasil dijalankan dan dilakukan Pak Sumardi, bisa saya lanjutkan," ujar Smith Juliansyah, Jumat (21/10).
Di kesempatan yang sama. Sumardi berpesan kepada seluruh karyawan dan mitra kerja terkait, agar kerjasama apik yang dijalankan selama 14 bulan dirinya menjabat pimpinan TBBM Pangkalan Bun itu terus dilanjutkan. Utamanya dalam membantu Smith Juliasyah, bisa memenuhi cita-cita Pertamina di TBBM Pangkalan Bun.
Sumardi menjelaskan, TBBM Pangkalan Bun yang berlokasi di Desa Sungai Kapitan Kumai ini memiliki 12 tangki timbun penyimpanan BBM. Di antaranya, tangki Pertamax 500 KL, tangki Pertamina-Dex 500KL, dua tangki Avtur masing-masing 250 KL, dua tangki berisi Premium masing-masing berkapasitas 1500 KL, dua tangki Solar masing-masing 2500 KL dan beberapa tangki lainnya.
"Saya harus meninggalkan Pangkalan Bun. Pada 1 Oktober kemarin, saya menerima surat bahwa saya dimutasikan. Dari TBBM Pangkalan Bun ke TBBM Kota Baru. Pak Smith Juliansyah ini kawan seangkatan saat pertama kali bergabung dengan Pertamina 1985 lalu. Saya yakin Pak Smith bisa melanjutkan apa yang sudah saya lakukan di sini," kata Sumardi, Jumat (21/10) kemarin. (RD/*)








