BORNEONEWS, Sampit – Sebuah masjid yang berdiri tak jauh dari jalur wisata Pantai Ujung Pandaran, tepatnya di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Teluk Sampit, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Masjid Aminul Hadi, yang dulu dibangun dengan bantuan pemerintah, kini mulai rusak di berbagai bagian. Bahkan, sebagian besar fasilitasnya telah mengalami kerusakan hingga 60 persen.
Hal ini menjadi perhatian khusus Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dapil III, Wahito Fajriannor, yang menerima langsung keluhan warga dan pemerintah kecamatan saat reses.
“Masjid ini dulunya dibangun pada masa pemerintahan SHD, tapi sekarang kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Lantainya rusak, atapnya bocor. Padahal bangunannya permanen. Kami belum tahu apakah status pengelolaannya sudah dilimpahkan ke kecamatan atau masih di bawah pemerintah daerah,” ujar Fajrin, Kamis, 3 Juli 2025.
Masjid Aminul Hadi terletak di jalur strategis menuju ikon wisata unggulan Kotim, yaitu Pantai Ujung Pandaran. Setiap akhir pekan dan musim liburan, jalur ini ramai dilalui wisatawan dari dalam maupun luar daerah. Namun sayangnya, kondisi masjid yang rusak ini menjadi pemandangan yang kurang sedap di mata para pengunjung.
“Ini sangat disayangkan. Masjid ini bisa jadi tempat singgah yang nyaman bagi wisatawan, apalagi di jalur wisata. Tapi karena tidak terawat, justru bisa menimbulkan kesan buruk. Padahal ini juga soal citra daerah,” ujarnya.
Yang lebih memprihatinkan lagi, masjid ini hingga kini belum memiliki marbot (pengurus harian masjid). Operasional dan kebersihan masjid hanya mengandalkan inisiatif warga sekitar, tanpa petugas tetap. Status masjid tersebut pun masih dipertanyakan apakah masih aset Pemkab Kotim atau dilimpahkan ke kecamatan.
Ia menyebutkan, pihak kecamatan Teluk Sampit sudah menyampaikan permohonan bantuan perbaikan kepada DPRD. Masyarakat berharap agar kondisi masjid segera ditangani sebelum kerusakan semakin parah. (DEWI PATMALASARI/H)









