PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala BPBD Kalimantan Tengah Ahmad Toyib meminta seluruh Pos Lapangan (Poslap) meningkatkan patroli dan pembasahan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau.

Menurut data BPBD, hingga akhir Juni 2025 tercatat 84 kejadian Karhutla dengan luasan mencapai 146,21 hektare. Tercatat 354 hotspot terpantau di sejumlah wilayah Kalteng.

Wilayah Kabupaten Sukamara, Pulang Pisau, dan Seruyan menjadi daerah dengan tingkat kebakaran tertinggi. Ahmad Toyib menegaskan agar seluruh jajaran tetap siaga dan tidak lengah menghadapi potensi Karhutla yang masih tinggi.

“Kita telah memasuki awal musim kemarau. Lebih baik mencegah daripada memadamkan,” ujar Ahmad Toyib di Palangka Raya, baru baru ini.

BPBD juga mendorong penggunaan aplikasi Zello untuk mempercepat pelaporan dan komunikasi antar Poslap. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menemui kendala keterbatasan sinyal di beberapa wilayah, seperti Taman Nasional Sebangau.

--page

Poslap juga diminta untuk memperhatikan peringatan dini tingkat kemudahan terbakar yang dikirimkan melalui grup WhatsApp, serta mencetak leaflet pengendalian Karhutla secara mandiri untuk sosialisasi kepada masyarakat.

Ahmad Toyib menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja nyata dari semua pihak untuk mewujudkan Kalteng bebas kabut asap 2025. (HERMAWAN DP/Y)