PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan peringatan dini terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai) per 3 Juli 2025, sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level sangat tinggi (warna merah). Sebagian wilayah lainnya berada pada level tinggi (kuning) dan sedang (hijau).

Budi menjelaskan, data Perisai menunjukkan tingginya risiko karhutla di Kota Palangka Raya. Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran.

"Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan atau membakar lahan," ungkapnya, Kamis, 3 Juli 2025.

BPBD Kota Palangka Raya terus memantau perkembangan kondisi karhutla melalui website Perisai. Informasi terkini mengenai tingkat risiko kebakaran di setiap wilayah dapat diakses dengan mudah melalui laman bpbd.palangkaraya.go.id/perisai. Website ini menyediakan peta interaktif yang menunjukkan tingkat risiko kebakaran secara real-time.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan informasi yang tersedia di website Perisai untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan. Pemahaman mengenai tingkat risiko di wilayah masing-masing akan membantu masyarakat untuk lebih proaktif dalam mencegah karhutla.

BPBD Kota Palangka Raya juga akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang bahaya karhutla serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. 

Dengan tingginya risiko karhutla yang terdeteksi, BPBD Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan proaktif dalam mencegah kebakaran. Laporkan segera jika melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

"Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga Kota Palangka Raya dari ancaman karhutla," pungkasnya. (PATHUR/j)