PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala BPBD Kalteng Ahmad Toyib menegaskan bahwa meskipun luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalteng menurun dibandingkan dua tahun terakhir, risiko bencana masih tinggi.

Sepanjang Januari hingga Juni 2025, luas Karhutla tercatat 146,21 hektare dengan 354 titik hotspot yang terpantau. Wilayah dengan luasan terbakar tertinggi adalah Sukamara, Pulang Pisau, dan Seruyan.

Selain Karhutla, BPBD mencatat total 127 kejadian bencana lainnya meliputi 33 banjir, empat tanah longsor, empat cuaca ekstrem, dan dua gempa bumi. Dampaknya lebih dari 57 ribu rumah terdampak serta infrastruktur rusak.

“Kita telah memasuki awal musim kemarau. Seluruh Pos Lapangan saya minta untuk meningkatkan patroli, sosialisasi, dan pembasahan secara rutin,” kata Ahmad Toyib di Palangka Raya, Kamis, 3 Juli 2025.

BPBD juga mendorong seluruh Poslap menggunakan aplikasi Zello untuk mempercepat pelaporan. Namun, hingga awal Juli masih terdapat kendala sinyal di beberapa daerah.

Ahmad Toyib mengingatkan pentingnya memperhatikan peringatan dini tingkat kemudahan terbakar dan meningkatkan sosialisasi ke masyarakat melalui leaflet.

Ia menegaskan komitmen mewujudkan Kalteng bebas kabut asap 2025 dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor. (HERMAWAN DP/j)