BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat Karhutla sebagai jenis bencana tertinggi pada semester pertama 2025. Dari total 127 kejadian bencana, Karhutla tercatat sebanyak 84 kejadian.
Selain Karhutla, bencana yang terjadi meliputi 33 banjir, empat tanah longsor, empat cuaca ekstrem, dan dua gempa bumi. Dampaknya mencakup lebih dari 57 ribu rumah terdampak serta kerusakan infrastruktur dan lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, meminta seluruh Poslap meningkatkan patroli dan pembasahan secara rutin. "Lebih baik mencegah daripada memadamkan," kata Ahmad Toyib di Palangka Raya, Kamis, 3 Juli 2025.
Luas lahan yang terbakar hingga Juni 2025 mencapai 146,21 hektare dengan 354 titik hotspot. Kabupaten Sukamara, Pulang Pisau, dan Seruyan menjadi wilayah dengan luasan terbakar tertinggi.
Untuk mempercepat pelaporan, BPBD mendorong penggunaan aplikasi Zello di seluruh Poslap. Meski demikian, beberapa wilayah masih terkendala sinyal dan pelaporan dilakukan mingguan.
Selain itu, Poslap diminta mencetak leaflet pengendalian Karhutla secara mandiri untuk bahan sosialisasi kepada masyarakat.
Ahmad Toyib menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mencegah kabut asap dan menjaga Kalteng tetap aman dari bencana Karhutla. (HERMAWAN DP/j)









