BORNEONEWS, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, M Yamin, menerima para anggota Paskibraka asal daerahnya yang berhasil lolos seleksi ke tingkat provinsi dan nasional. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Yamin menyampaikan rasa bangganya atas capaian generasi muda Barito Timur yang dinilai membanggakan.
“Ini sebuah prestasi yang luar biasa. Tadi Paskibraka ada menghadap, dan ternyata kita meloloskan satu ke tingkat nasional atas nama May Wulandari. Ini membuktikan bahwa generasi muda Barito Timur ternyata hebat-hebat,” ujar Yamin saat diwawancarai usai menerima kunjungan anggota Paskibraka tingkat provinsi dan nasional yang didampingi Kepala Badan Kesbangpol, guru pembimbing dan pelatih, Kamis, 3 Juli 2025.
Dari enam orang yang dikirim mewakili Barito Timur, lima berhasil lolos seleksi lanjutan. Satu di antaranya, May Wulandari, siswa SMAN 1 Tamiang Layang, berhasil menembus tingkat nasional. Empat lainnya dinyatakan lolos sebagai Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, sementara satu peserta berhalangan karena sakit.
“Dari tiga pasang putra-putri yang kita kirim, satu orang tembus ke tingkat nasional, empat ke tingkat provinsi, dan satu tidak bisa ikut karena kondisi kesehatan. Artinya, lima dari enam anak-anak kita sukses mewakili Barito Timur di level yang lebih tinggi,” jelas Yamin.
Bupati menambahkan, prestasi ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda lainnya di Barito Timur untuk terus berprestasi, baik di bidang kedisiplinan maupun lainnya.
“Ini harapan masa depan kita, harapan masyarakat Barito Timur, dan tentu akan jadi penyemangat bagi adik-adiknya, angkatan-angkatan di bawahnya, untuk mengikuti jejak para senior ini. Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada orang tua serta guru yang telah mendidik mereka dengan baik,” tambahnya.
Adapun empat anggota Paskibraka Barito Timur yang lolos ke tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yaitu Dwi Cantika Anugrahni, siswi SMAN 1 Tamiang Layang, kelahiran Tamiang Layang, 5 September 2009. Anak pasangan Ari Panan P Lelu dan Vira Florida ini memiliki tinggi 165 cm dan hobi menari, jogging serta mendengarkan musik. Cita-citanya melanjutkan pendidikan di Politeknik Imigrasi (Poltekim).
Kemudian,Muhammad Revaldi, siswa SMAN 1 Tamiang Layang, kelahiran Matabu, 16 Januari 2009. Bertinggi badan 176 sentimeter dengan hobi bernyanyi serta bermain badminton dan futsal. Putra pasangan H Japar dan Hj Mayang Sari ini pernah meraih berbagai juara lomba adzan dan kepramukaan. Bercita-cita menjadi polisi.
Selanjutnya, Firgi Sesarea, siswa SMAN 1 Tamiang Layang, kelahiran Tanjung, 8 Januari 2009. Dengan tinggi 177 sentimeter, Firgi pernah menyabet juara Danton terbaik dan variasi terbaik pada lomba LKBB di Kalimantan Selatan. Anak pasangan Benmur dan Karlina ini bercita-cita menjadi polisi.
Kemudian, Karmel Situmorang, siswa SMAN 1 Dusun Tengah, kelahiran Amuntai, 16 Maret 2009. Dengan tinggi 174,5 sentimeter, Karmel aktif di berbagai kegiatan seperti lomba cerdas-cermat 4 pilar kebangsaan dan kepramukaan. Putra pasangan Surung Situmorang dan Rospita Saragih tersebut memiliki cita-cita untuk berkarier menjadi TNI, Polri atau masuk sekolah kedinasan.
Sementara itu, May Wulandari, satu-satunya wakil Barito Timur yang berhasil lolos ke tingkat nasional. Putri semata wayang pasangan Hepni Yanto dan Ida Susanti tersebut lahir di Tamiang Layang pada 11 Mei 2009. May merupakan siswi SMAN 1 Tamiang Layang dan memiliki tinggi 171 sentimeter. Dis juga dikenal aktif dalam olahraga futsal, dan bercita-cita masuk Akademi Kepolisian (Akpol).
Prestasi para pemuda ini menjadi bukti nyata bahwa Barito Timur memiliki potensi generasi emas yang siap bersaing di level regional hingga nasional. Pemerintah daerah berharap dukungan terhadap pengembangan potensi generasi muda terus ditingkatkan untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









