TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, M Yamin, mengungkapkan rencana pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Kabupaten Barito Timur. Hal itu disampaikannya kepada awak media usai menghadiri kegiatan di Gedung DPRD Barito Timur, Kamis, 3 Juli 2025.

Menurut Yamin, Yonif TP akan dibentuk di Desa Kandris, Kecamatan Karusen Janang. Ia menyebut, batalyon ini berbeda dari satuan infanteri reguler karena selain memiliki kemampuan tempur, prajuritnya juga memiliki peran dalam mendukung pembangunan di wilayah teritorial, termasuk ketahanan pangan, infrastruktur pedesaan, serta kesejahteraan masyarakat secara umum.

“Rencana ada pembentukan satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di Barito Timur, lokasinya nanti di Desa Kandris Kecamatan Karusen Janang,” ungkap Yamin di hadapan wartawan.

“Hari ini saya bersama unsur TNI meninjau langsung lokasi dan menentukan titiknya, agar ketika pembangunan satuan dimulai, kita sudah memiliki lahan yang siap,” imbuhnya.

Yonif TP merupakan bagian dari pengembangan strategi TNI Angkatan Darat untuk lebih mendekatkan peran militer dengan masyarakat. Satuan ini umumnya terdiri dari sekitar 400 hingga 1.000 prajurit dan tidak hanya menjalankan operasi pertahanan negara, tetapi juga secara aktif terlibat dalam upaya pembangunan di daerah terpencil atau strategis.

Bupati menjelaskan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan markas batalyon tersebut merupakan tanah milik TNI sejak masa perjuangan. 

“Lahan yang kami siapkan saat ini seluas 50 hektare dan merupakan tanah milik TNI sejak zaman perang. Ini merupakan aset negara yang kita optimalkan kembali untuk kepentingan strategis,” jelasnya.

Yamin optimistis bahwa kehadiran Yonif TP di Barito Timur akan memberikan dampak positif yang luas bagi daerah. 

“Kita harapkan keberadaan batalyon ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja bagi putra daerah yang ingin menjadi prajurit, serta meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah Barito Timur,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)