BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Barito Timur menggelar kegiatan bertajuk Lebaran Yatim dan Difabel, Peaceful Muharram 1447 Hijriah, di Sekretariat LPTQ Barito Timur, Jumat, 4 Juli 2025.
Acara yang digelar dalam rangka Tahun Baru Islam 1447 Hijriah ini menjadi momen penuh makna untuk menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap anak-anak yatim serta penyandang disabilitas.
Sebanyak 379 anak yatim dan difabel menerima bantuan berupa uang tunai yang disalurkan secara simbolis dalam kegiatan tersebut. Bantuan ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan serentak di seluruh daerah pada hari yang sama.
Kepala Kantor Kemenag Barito Timur, H Ahmadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk nyata dari implementasi nilai-nilai kemanusiaan dalam ajaran Islam.
“Kegiatan ini adalah momentum yang sangat tepat untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial kita, terutama kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian waktu, melainkan kesempatan untuk merefleksi diri dan memperkuat solidaritas kemanusiaan,” ujarnya.
Meski target awal program mencakup 1.000 penerima manfaat, keterbatasan anggaran membuat realisasinya hanya mencapai 379 orang. Untuk itu, Ahmadi mengajak masyarakat luas, terutama para dermawan dan pelaku usaha, untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang.
“Kita berharap di masa depan lebih banyak pihak yang tergerak untuk ikut serta. Kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak yatim dan difabel, adalah fondasi yang harus terus kita kuatkan sebagai bangsa,” tambahnya.
Kepala Kemenag juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat aktif dalam kegiatan ini, khususnya Lazisnu dan Lazismu, yang telah menunjukkan semangat kolaborasi dalam mendukung program sosial dan kemanusiaan di Barito Timur.
Dengan semangat Peaceful Muharram 1447 Hijriah, kegiatan ini menjadi bukti kehadiran negara dan agama yang bersinergi dalam merawat nilai-nilai kemanusiaan serta memperkuat jalinan sosial di tengah masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









