SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotawaringin Timur (Kotim) Kamaruddin Makalepu menyebut seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun lalu menyisakan sejumlah formasi yang kosong, terutama pada bidang kesehatan.  

"Dari total 255 formasi yang tersedia,  terdapat sejumlah besar formasi yang tidak terisi.  Terutama formasi dokter," katanya, Jumat, 4 Juli 2025.

Lebih mengejutkan lagi, empat orang yang dinyatakan lulus dari formasi dokter yaitu dokternya umum dan gigi mengundurkan diri.  Situasi ini diperparah dengan formasi dokter spesialis di RSUD dr. Murjani yang juga kosong karena minimnya kandidat yang memenuhi syarat.

“Ada kandidat, tapi tidak memenuhi syarat. Ya tidak bisa, harus memenuhi syarat juga," terangnya. 

Ia menambahkan bahwa formasi-formasi yang kosong tersebut akan diajukan kembali pada seleksi CPNS berikutnya.  Tujuannya,  agar seluruh kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi dan layanan kesehatan bagi masyarakat Kotim dapat berjalan dengan optimal.

Kekosongan dokter spesialis di RSUD dr. Murjani menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.  Pemerintah Kotim berharap agar seleksi CPNS mendatang dapat menghasilkan kandidat yang memenuhi kualifikasi dan berkomitmen untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. (DEVIANA/j)