BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Seorang pria asal Kuala Kapuas berinisial YR (24) mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakkan saat memesan wanita panggilan untuk berkencan di aplikasi dewasa. Dirinya menjadi korban pemerasan dari beberapa orang yang tak dikenalnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada saat dirinya bermalam di sebuah hotel yang ada di Kota Banjarmasin pada Sabtu malam, 28 Juni 2025.
Kepada Borneonews, YR menceritakan bahwa ia yang awalnya tengah kesepian, bermaksud memesan seorang wanita melalui aplikasi dewasa. Setelah dicari dan telusur, ia akhirnya tertuju pada salah satunya.
"Jadi awalnya saya minta perlihatkan foto, lalu dikirimlah foto dirinya dan saya merasa cocok," ungkapnya, Jumat, 4 Juli 2025.
Usai merasa cocok dengan fisik dan rupa si wanita, YR melanjutkan chat tentang perihal bayaran. Bayaran awalnya yang diminta wanita dalam aplikasi tersebut adalah Rp. 500 ribu.
"Setelah kita negosiasi, akhirnya sepakat Rp.250 ribu," tambahnya.
Tanpa kecurigaan sedikitpun, si wanita dalam aplikasi akhirnya bersedia datang ke kamar hotel. Tak selang berapa lama terdengar ketukan pintu, ternyata rupa dan fisik si wanita tidak sama dengan foto yang dikirimnya.
"Usai dibuka dan masuk, saya bilang ke wanita itu, loh kok beda mba, foto sama orangnya," jelas YR.
Wanita tersebut menyahut, "Ayo, kalau beda orangnya kenapa saya bisa kesini, sudahlah segera aza yuk mainnya," jawab si wanita.
Merasa tidak berselera dengan si wanita karena tak serupa dari foto yang dikirim, perkencanan itu dibatalkan. Namun, baru saja si wanita keluar pintu, tiba-tiba datang seorang pria berperawakan besar dengan menodongkan pisau.
"Pria itu bilang, tadi ada kesepakatan kah, sekarang bayar atau mau ini," ucap YR menirukan ucapan pria besar tersebut. Saat itu situasi sekeliling kamar tengah sepi.
YR yang tidak dalam posisi siap dan terancam, mau tidak mau memberi uang yang disepakati. Di satu sisi, dirinya merasa ditipu.
Usai kejadian, YR bimbang dan tidak tahu apa harus melaporkan ke pihak berwajib atau tidak, karena hal yang bersifat pribadi.
"Semoga ini jadi kehati-hatian saja, bagi yang lain," tutupnya. (SABRIANOOR/j)









