BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 250 orang muda Katolik atau OMK dari tujuh paroki di Dekenat Muara Teweh berkumpul dalam pertemuan dua tahunan yang digelar dengan semangat persaudaraan dan kepedulian ekologis. Mengusung tema “Orang Muda Katolik Cinta Ekologi”, kegiatan ini menjadi ruang pembinaan iman sekaligus ajakan untuk mencintai bumi sebagai bagian dari panggilan iman Katolik.
Pertemuan ini diikuti oleh OMK dari Paroki Benangin, Meranen, Kandui, Muara Teweh, Tanah Siang Selatan, Puruk Cahu, dan Saripoi. Masing-masing paroki mengutus 30 orang muda dan dua pendamping. Hadir pula 9 pastor, 1 diakon, 3 frater, dan 1 suster, termasuk pastor pendamping OMK dari Keuskupan Palangka Raya. Acara pembukaan turut dihadiri oleh Ibu Dina Maulidah, anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari PKB.
Romo Didik, O. Carm, Pastor Paroki St. Theresia Lisieux, Saripoi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang pertemuan, tetapi juga sarana pembentukan karakter orang muda Katolik yang tangguh dan militan dalam hidup menggereja.
“Kita berharap dari pertemuan ini lahir orang-orang muda yang tidak hanya aktif, tetapi juga berani bersaksi dan melayani dengan semangat,” ujarnya kepada Borneonews pada Jumat, 4 Juli 2025.
Lebih dari sekadar kegiatan rohani, pertemuan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan lintas paroki. Dalam suasana kebersamaan, para peserta diajak untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring pelayanan yang lebih luas.
--page
“Semakin kuat dalam persaudaraan, semakin bertumbuh pula iman mereka,” tambah Romo Didik.
Kesadaran ekologis yang diangkat dalam tema menjadi refleksi konkret dari iman yang hidup. Para peserta diajak untuk melihat alam sebagai bagian dari spiritualitas Katolik, sejalan dengan ajaran Paus Fransiskus dalam Laudato Si’. Dalam diskusi dan kegiatan bersama, semangat cinta lingkungan dihidupi sebagai bentuk pelayanan nyata terhadap sesama dan ciptaan.
Pertemuan ini menjadi bukti bahwa orang muda Katolik bukan hanya masa depan Gereja, tetapi juga kekuatan masa kini. Dengan semangat yang menyala, mereka pulang ke paroki masing-masing membawa harapan baru: menjadi pelayan yang setia, pewarta yang berani, dan penjaga bumi yang penuh kasih. (TESTI PRISCILLA/Y)









