BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas SDABMBKPRKP menegaskan bahwa perencanaan ulang Jembatan Sei Mentawa 1, yang lebih dikenal sebagai Jembatan Patah Kapten Mulyono, akan menjadi salah satu prioritas pada 2026.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, jembatan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat dan sangat vital dalam menunjang akses transportasi, namun proses pembangunan kembali masih menemui berbagai kendala.
“Jembatan ini pernah kita anggarkan perencanaannya, tapi batal karena efisiensi anggaran. Tahun depan, kami akan anggarkan ulang karena jembatan ini penting dan sudah bertahun-tahun,” kata Mentana, Senin, 7Juli 2025.
Mentana menjelaskan, terdapat dua jembatan yang disebut Jembatan Sei Mentawa yaitu Sei Mentawa 1 atau Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono dan Sei Mentawa 2 jembatan kayu di ujung Jalan Iskandar. Keduanya masuk dalam daftar infrastruktur yang dianggarkan perencanaan ulang.
Mentana menjelaskan, Jembatan Patah merupakan jembatan komposit yang usianya sudah sangat tua. Pihaknya tidak memiliki sejarah data teknis yang lengkap, seperti jenis pondasi dan struktur jembatan.
“Kita tidak bisa begitu saja membangun di atas konstruksi lama. Jembatan ini jenisnya komposit dan sudah tua. Harus dibongkar total dan dibangun baru,” tambahnya.
Pemkab juga masih harus melakukan pembebasan lahan di sekitar area jembatan untuk proses pembangunan jembatan baru.
Meski pembangunan ulang belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, pemeliharaan rutin tetap dijalankan untuk memastikan jembatan masih bisa dilalui masyarakat, meskipun dengan keterbatasan. (DEWI PATMALASARI./R)









