PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Banteng – Warga RT 01 dan RT 02 Desa Sungai Bengkuang, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat mengaku resah dengan kondisi listrik yang tidak stabil selama lebih dari satu tahun terakhir.

Sekitar 60 kepala keluarga harus bertahan hidup dengan tegangan listrik yang kerap anjlok hingga 168 Volt, jauh di bawah standar normal 220 Volt.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, namun juga menimbulkan kerugian besar. Sejumlah alat elektronik milik warga seperti televisi, kulkas, hingga mesin cuci mengalami kerusakan akibat tegangan listrik yang lemah.

"Ditempat ibu ku mas. Sudah setahun ini begini terus. Mau aktivitas juga terganggu karena listrik sering drop. Alat-alat elektronik jadi cepat rusak," kata Ade kepada Borneonews, Senin, 7 Juli 2025.

Ia mengungkapkan rasa kecewa warga dengan respons dari pihak PLN Pangkalan Bun yang dinilai lamban dan kurang serius dalam menangani persoalan tersebut. Laporan demi laporan telah disampaikan, namun hingga kini belum ada solusi nyata.

"Infonya warga sudah lapor berkali-kali, tapi tidak ada tindak lanjut yang nyata dari PLN," ungkapnya.

Warga Desa Sungai Bengkuang berharap pihak PLN Pangkalan Bun segera turun tangan dan mengambil langkah konkret untuk menormalkan kembali tegangan listrik di wilayah mereka.

"Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Warga hanya ingin listrik yang normal seperti warga lainnya. Jangan sampai menunggu kerusakan lebih banyak lagi baru ada tindakan," pungkasnya. (DANANG/r)