BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Closed Circuit Television (CCTV) atau disebut juga kamera pengintai CCTV semakin marak digunakan masyarakat Kapuas sebagai upaya antisipasi terhadap gangguan keamanan yang bisa terjadi kapan saja.
Semakin banyak pertokoan, rumah, gudang dan area kawasan yang telah dpasangi CCTV. Meski tidak bisa menangkal sebuah kejahatan, setidaknya CCTV dapat mengurangi niat mereka yang akan berbuat jahal semisal pencurian.
Selain itu, CCTV juga membantu dalam urusan penyelidikan aksi kriminal. Membuat banyak orang berpikir dua kali, jika wajahnya terekam kamera dan viral.
"Meski masih banyak pencurian yang terjadi di Kuala Kapuas, tapi setidaknya ada CCTV dimana-mana membuat pelaku berpikir, karena mudah diselidiki lalu diviralkan," ucap Fahmi, relawan Kapuas, Senin, 7 Juli 2025.
Dari penelusuran Borneonews di Kuala Kapuas, banyak rekaman aksi pencurian berseliweran baik di grup whatssapp informasi Kapuas maupun via jejaring sosial Facebook dan Tiktok.
Sebagian besar disebarkan dengan maksud ada warga yang mengenali pelaku. Beruntungnya, kebanyakan diselesaikan secara kekeluargaan.
"Daripada berujung laporan ke polisi, pelaku banyak memilih beritikad baik mendatangi korban pencurian dengan meminta maaf dan mengembalikan barang curian," ungkap Fahmi. (SABRIANOOR/H)









